Connect with us

RAGAM

Gunung Everest: Kuburan Terbuka Tertinggi di Dunia

Aktualitas.id -

Pendaki harus bergantian menaiki puncak Gunung Everest . dailymail.co.uk

AKTUALITAS.ID – Di balik keagungan dan keindahan puncaknya, Gunung Everest menyimpan sisi kelam yang mengerikan. Puncak tertinggi di dunia ini dijuluki “kuburan terbuka tertinggi,” dengan lebih dari 335 pendaki tercatat tewas sejak Desember 2024. Sebagian besar kematian itu terjadi di sebuah wilayah yang dijuluki “Zona Kematian.”

Zona Kematian atau death zone adalah area di atas ketinggian 8.000 meter, di mana pendaki harus berjuang melawan kondisi ekstrem yang bisa mengancam nyawa setiap saat. Di ketinggian ini, kadar oksigen sangat minim sehingga tubuh manusia mulai mengalami kerusakan sel demi sel.

Menurut pendaki Shaunna Burke, yang berhasil mencapai puncak Everest pada 2005, berada di zona ini seperti “berpacu dengan waktu.” Otak dan paru-paru kekurangan oksigen, yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Salah satu ancaman terbesar di Zona Kematian adalah hipoksia, kondisi saat organ vital kekurangan oksigen. Jika otak tidak mendapat pasokan oksigen yang cukup, bisa terjadi pembengkakan (edema serebral dataran tinggi/HACE). Kondisi ini dapat menyebabkan mual, sakit kepala parah, dan kesulitan berpikir.

Lebih lanjut, otak yang kekurangan oksigen juga dapat memicu delirium, sebuah bentuk psikosis ketinggian. Pendaki yang mengalaminya bisa melakukan hal-hal aneh, seperti melepas pakaian atau berhalusinasi, yang sangat membahayakan nyawa mereka di lingkungan yang sudah sangat ekstrem.

Karena risiko inilah, Zona Kematian Everest telah menjadi saksi bisu banyaknya nyawa yang melayang. Mayat-mayat para pendaki yang gagal bertahan hidup seringkali tergeletak begitu saja, membeku dan menjadi pengingat mengerikan akan bahaya yang mengintai di puncak dunia. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version