Connect with us

RAGAM

Jelang Perayaan Imlek Manggis Segar dari Indonesia Serbu Pasar China

Aktualitas.id -

Foto yang diabadikan pada 8 Januari 2025 ini menunjukkan staf dari bea cukai Tianjin memeriksa batch manggis segar yang baru diimpor dari Indonesia di Tianjin, China utara. (Xinhua)

AKTUALITAS.ID – Meningkatnya permintaan buah-buahan premium selama periode liburan terpenting di China, bertepatan dengan tradisi saling memberi hadiah dan berkumpul bersama keluarga biasanya mendorong penjualan bahan pangan serta buah-buahan.

Kiriman buah manggis skala besar dari Indonesia telah tiba di China utara, seiring negara tersebut meningkatkan impor buah-buahan eksotis menjelang Tahun Baru Imlek.

Dikenal sebagai “ratu buah”, buah berkulit ungu ini terkenal karena dagingnya yang manis dan lembut. Selanjutnya, buah tersebut akan didistribusikan ke seluruh daerah Beijing-Tianjin-Hebei, di mana permintaan biasanya melonjak selama periode Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek.

Lebih dari 30 ton buah tropis tersebut telah melewati proses bea cukai di pelabuhan Tianjin pekan ini, pengiriman pertama dari jenisnya yang mencapai kota itu pada tahun ini.

Impor ini menyoroti meningkatnya minat China terhadap produk luar negeri, meskipun sifat buah yang mudah rusak menghadirkan tantangan logistik.

“Pengiriman langsung memangkas biaya, tetapi manggis membutuhkan proses perizinan yang sangat cepat,” jelas Shen Yang, seorang manajer rantai pasokan yang terlibat dalam pengiriman tersebut.

Para petugas bea cukai mengatakan bahwa mereka menerapkan prosedur yang disederhanakan guna memastikan buah itu sampai ke tangan konsumen dalam kondisi tetap segar. Tim-tim khusus ditugaskan untuk mempercepat proses dokumentasi dan inspeksi.

“Proses perizinan yang efisien untuk produk segar adalah tentang melayani konsumen dan memfasilitasi perdagangan,” kata seorang perwakilan bea cukai pelabuhan Tianjin kepada awak media. Otoritas itu mengatakan bahwa mereka memperkenalkan layanan-layanan prioritas untuk barang impor yang tidak tahan lama, sembari tetap melakukan pemeriksaan keamanan pangan.

(Yan Kusuma/goeh)

TRENDING

Exit mobile version