RAGAM
Jelang Perayaan Imlek, Tradisi Bersihkan Rupang Digelar
AKTUALITAS.ID – Tradisi membersihkan rupang tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan fisik membersihkan patung dan perlengkapan ibadah, juga sebagai simbol membersihkan hati dan pikiran sebelum memasuki tahun yang baru, sehingga umat dapat menjalani kehidupan dengan semangat dan energi yang lebih baik.
Tradisi bersih-bersih rupang atau patung para suci mewarnai persiapan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kelenteng Boen Tek Bio Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang digelar pada 24 bulan 12 penanggalan Imlek.
Juru Bicara Kelenteng Boen Tek Bio Banyumas Sobitananda, mengatakan tradisi tersebut dilaksanakan serentak oleh kelenteng di berbagai belahan dunia sebagai bentuk penyucian tempat ibadah sekaligus simbol membersihkan diri sebelum memasuki tahun baru.
“Bulan 12 tanggal 24 penanggalan Imlek, semua kelenteng di seluruh dunia mengadakan acara bersih-bersih rupang atau patung para suci dan patung leluhur serta peralatan persembahyangan. Setelah selesai dibersihkan selama dua sampai lima hari ke depan, kami mulai kembali melaksanakan persembahyangan,” katanya di Banyumas, Rabu (11/2/2026).
Ia mengatakan Kelenteng Boen Tek Bio Banyumas memiliki 18 altar persembahyangan dengan jumlah rupang yang bervariasi di setiap altar.
Dalam hal ini, kata dia, ada altar yang memiliki satu rupang, ada yang berisi tiga rupang, serta ada pula yang memiliki lima rupang.
“Secara keseluruhan dari 18 altar ini, kurang lebih kami memiliki sekitar 24 sampai 25 rupang,” katanya.
Ia mengatakan khusus untuk altar Mbah Kuntjung tidak terdapat rupang atau patung para suci, melainkan menggunakan simbol tiga bilah keris sebagai representasi budaya Kejawen.
“Untuk altar Mbah Kuntjung, kami meletakkan tiga buah keris sebagai simbol budaya Kejawen. Jadi tidak ada rupang atau patung, tetapi menggunakan simbol tiga keris tersebut,” katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan puncak perayaan Imlek tahun ini jatuh pada 17 Februari 2026 atau tanggal 1 bulan 1 penanggalan Imlek.
Pada momentum tersebut, kata dia, umat Tri Dharma akan menggelar sembahyang besar untuk menyambut datangnya musim semi yang juga dimaknai sebagai pergantian Tahun Baru Imlek.
Rangkaian sembahyang diawali dengan menyalakan lilin sebagai simbol menyambut musim semi dan datangnya Tahun Baru Imlek 2577 yang dalam penanggalan Tionghoa dikenal sebagai Tahun Kuda Api.
“Tahun Kuda Api ini membawa energi tersendiri bagi kehidupan kita. Api memiliki arti energi yang besar, namun emosi juga harus tetap terkendali. Semoga ke depan ada loncatan-loncatan besar bagi negara kita untuk lebih baik dan lebih maju,” kata Sobitananda.
(Ari Wibowo/goeh)
-
DUNIA28/03/2026 18:30 WIBTeknis Pembebasan 2 Kapal Indonesia dari Selat Hormuz, Mulai Dibahas
-
NASIONAL28/03/2026 20:30 WIBMantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono Tutup Usia
-
EKBIS28/03/2026 19:00 WIBAmran: Hilirisasi Kunci Indonesia Jadi Negara Kuat
-
PAPUA TENGAH28/03/2026 19:29 WIBResmi Dilantik, Ketua IKKRO Mimika Dorong Sinergi Pembangunan
-
DUNIA29/03/2026 08:00 WIBIRGC Klaim Serangan Rudal Hantam Target Ukraina di Dubai
-
NASIONAL28/03/2026 17:00 WIBKY Harus Berani Netral Dalam Proses Seleksi Calon Hakim Agung
-
PAPUA TENGAH28/03/2026 16:00 WIBPatroli Intensif, Situasi Kapiraya dan Kampung Wakia Tetap Kondusif
-
PAPUA TENGAH28/03/2026 18:00 WIBBeredar Isu Adanya Pengungsian di Kapiraya, Polisi: Situasi Terkendali