DUNIA
AS Rugi Rp49 Triliun Usai Serangan Iran
AKTUALITAS.ID – Konflik antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan menimbulkan kerugian besar bagi pihak AS. Dalam tiga pekan pertama pertempuran, kerugian diperkirakan mencapai US$1,4 miliar hingga US$2,9 miliar atau sekitar Rp23 triliun hingga Rp49 triliun.
Estimasi tersebut disampaikan oleh Elaine McCusker yang kini berafiliasi dengan American Enterprise Institute. Ia menyebut kerugian berasal dari berbagai aset militer yang rusak maupun hancur akibat serangan balasan Iran.
Laporan yang dikutip dari Wall Street Journal dan Anadolu Agency menyebutkan bahwa serangan rudal dan drone Iran menjadi faktor utama kerusakan tersebut.
Sejumlah peralatan militer yang terdampak antara lain jet tempur F-15E Strike Eagle dan F-35 Lightning II. Selain itu, pesawat pengisian bahan bakar KC-135 Stratotanker juga dilaporkan mengalami kerusakan dalam insiden terpisah.
Tak hanya di udara, kerusakan juga terjadi pada aset laut, termasuk kapal induk USS Gerald R. Ford yang dilaporkan terdampak serangan dan kini menjalani perbaikan.
Sebagai respons, Pentagon disebut tengah menyiapkan usulan anggaran tambahan hingga US$200 miliar untuk mengganti sistem persenjataan yang rusak.
Namun demikian, laporan mengenai total kerugian tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Konflik di kawasan Timur Tengah terus memanas sejak akhir Februari, ketika serangan militer besar-besaran terjadi antara AS, sekutunya Israel, dan Iran.
Situasi semakin kompleks setelah Iran melakukan serangan balasan ke berbagai target, termasuk aset militer AS di kawasan Teluk, serta mengambil langkah strategis dengan menutup jalur perdagangan minyak global di Selat Hormuz.
Hingga kini, pertempuran masih berlangsung dengan tensi tinggi. Meski ada klaim mengenai peluang negosiasi gencatan senjata, pemerintah Iran disebut masih mengajukan sejumlah syarat ketat, termasuk penghentian serangan dan tuntutan kompensasi.
Eskalasi konflik ini menimbulkan kekhawatiran global, terutama terkait stabilitas kawasan dan dampaknya terhadap ekonomi dunia, khususnya sektor energi. (Mun)
-
NUSANTARA30/09/2026 07:30 WIBHIV/AIDS di Lebak Tembus 85 Orang
-
JABODETABEK30/09/2026 06:30 WIBPolda Metro Jaya Buka SIM Keliling di 5 Titik Strategis
-
NASIONAL30/09/2026 18:30 WIBRegistrasi Ulang Penerima Bansos Diperluas, Pemerintah Targetkan 48 Juta Keluarga
-
NUSANTARA30/09/2026 08:30 WIBKobaran Api Mengganas Dekati Pusat Latihan Gajah Way Kambas
-
RAGAM30/09/2026 13:30 WIBIlmuwan Jepang Sebut RI Simpan ‘Bom Waktu’ Megathrust
-
EKBIS30/09/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam 30 September 2026 Naik Lagi
-
NASIONAL30/09/2026 17:00 WIBBasarnas Tegaskan Pencarian 5 Jurnalis Belum Berhenti
-
POLITIK30/09/2026 07:00 WIBKejar Tayang, DPR Kebut RUU Pemilu Kelar Maret 2027