RIAU
BBPOM Pekanbaru Intensifkan Pengawasan Pangan, Temukan 12 Item Pangan Kedaluarsa
AKTUALITAS.ID – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Pekanbaru (BBPOM) melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap sejumlah toko dan distributor pangan di Kota Bangkinang, Kabupaten Kampar, Rabu (25/2/2026). Sidak ini dilakukan menyusul laporan masyarakat terkait dugaan peredaran produk pangan tidak layak konsumsi.
Kepala BBPOM Pekanbaru, Alex Sander, mengungkapkan bahwa dalam pemeriksaan yang dilakukan pada pagi hari tersebut, pihaknya menemukan 12 item produk pangan yang telah melewati masa kedaluwarsa namun masih dipajang untuk dijual.
“Berdasarkan laporan masyarakat adanya produk pangan kedaluarsa yang diperjualbelikan, kami melakukan pemeriksaan di salah satu toko di Kota Bangkinang. Hasilnya, ditemukan sebanyak 12 item produk pangan kedaluarsa,” ujar Alex Sander di lokasi.
Adapun produk yang ditemukan dalam kondisi kedaluwarsa antara lain:
- Masako Ayam 6/12 bungkus
- Masako Rasa Sapi 24 bungkus
- Marimas Rasa Kopi 23 bungkus
- Pop Ice White Choco 10 bungkus
- Cocorio Teh Lecy 12 bungkus
- Cocorio Rasa Apel 12 bungkus
- Marimas Blueberry 10 bungkus
- Sun Baby Puff Keju 2 bungkus
- Marimas Strawberry 10 bungkus
- Susu Ultra Mini Kids 11 kotak
- Mie Sedap Cup Rasa Ayam Jerit 2 cup
- Roti Jordan Rasa Durian 1 bungkus
Kegiatan ini merupakan bagian dari intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026. Dalam pelaksanaannya, BBPOM Pekanbaru bersinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop), serta Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar.
Alex menjelaskan, pengawasan ini bertujuan memastikan keamanan pangan di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat selama bulan suci Ramadan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengawasi peredaran pangan yang meningkat di bulan Ramadan, serta mencegah beredarnya produk yang tidak memenuhi syarat, baik itu pangan ilegal maupun pangan kedaluarsa,” tegasnya.
Pengawasan tidak hanya dilakukan pada toko ritel. Pada sore harinya, mulai pukul 16.30 WIB, tim gabungan lintas sektor yang juga direncanakan dihadiri Wakil Bupati Kampar akan melakukan pemantauan keamanan makanan takjil di dua lokasi, yakni Pasar Takjil Kota Bangkinang dan Air Tiris.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan makanan berbuka puasa yang dijual kepada masyarakat bebas dari bahan berbahaya seperti formalin, boraks, maupun pewarna tekstil Rhodamin B.
Di akhir keterangannya, Alex Sander mengimbau masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas dan teliti sebelum membeli produk pangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan Cek KLIK, yaitu Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluarsa, agar terhindar dari produk yang dapat membahayakan kesehatan,” pungkasnya.
(Mohammad Apriadi)
-
PAPUA TENGAH24/02/2026 19:10 WIBSengketa Kapiraya, Pemkab Mimika Fokus Susun Peta Hak Ulayat
-
POLITIK24/02/2026 18:30 WIBUsulan Ambang Batas Parlemen Naik Jadi 7 Persen
-
PAPUA TENGAH24/02/2026 19:46 WIBPasca Temuan Penjualan Ilegal, DPRK Mimika Desak Evaluasi Pendistribusian Minyakkita
-
OTOTEK24/02/2026 19:00 WIBUji Tabrak ANCAP, SUV Denza B8 dari BYD Dapat Lima Bintang
-
POLITIK24/02/2026 20:30 WIBBanyak Suara Terbuang Bila Ambang Batas Parlemen Naik
-
NUSANTARA24/02/2026 20:00 WIBBripda MS Sampaikan Permintaan Maaf Kepada Keluarga Korban
-
RAGAM24/02/2026 23:00 WIBChristine Hakim Menangis Ceritakan Perannya di Film
-
OLAHRAGA24/02/2026 21:30 WIBWakil Indonesia Hadapi Laga Berat di Ajang All England 2026