POLITIK
Gerakan Nasional 98 Nilai Kabinet Prabowo Bentuk Politik Transaksional
Mereka menilai kabinet ini merupakan bentuk politik transaksional dan balas budi terhadap kelompok pendukung Prabowo dalam Pilpres.
“Kabinet besar memperlambat pengambilan keputusan karena setiap kebijakan harus melewati banyak lapisan kepentingan,” ujar Anton Aritonang, Ketua Umum Gerakan Nasional ’98, Kamis (24/10/2024).
Gerakan Nasional ’98 juga menyoroti sejumlah perilaku pejabat dalam kabinet yang dinilai tidak profesional dan tidak berintegritas, termasuk penggunaan Istana Negara untuk kepentingan pribadi serta pernyataan kontroversial terkait Tragedi ’98.
Dalam pernyataan resminya, mereka mendesak Presiden Prabowo agar segera mengevaluasi menteri dan wakil menteri yang dianggap tidak memiliki kapabilitas dan integritas demi tercapainya Indonesia Maju. (Enal Kaisar)
-
OASE22/03/2026 05:00 WIBSurah Asy-Syarh: Penghiburan Allah kepada Nabi Muhammad
-
NUSANTARA22/03/2026 00:03 WIBSembilan Orang Luka-luka Akibat Ledakan Petasan di Pekalongan
-
POLITIK22/03/2026 06:00 WIBIstana: Prabowo Terbuka Terima Masukan dari Megawati
-
JABODETABEK22/03/2026 05:30 WIBBMKG: Mayoritas Jakarta Diguyur Hujan Ringan Hari Ini
-
JABODETABEK22/03/2026 06:30 WIBLebaran 2026, Banjir Rendam Ciracas dan Jalan Raya Bogor
-
NASIONAL22/03/2026 07:00 WIBKPK Pastikan Yaqut Tetap Diawasi Meski Tahanan Rumah
-
JABODETABEK22/03/2026 07:30 WIBKebakaran di Jakpus Tewaskan Satu Orang PNS
-
JABODETABEK22/03/2026 08:30 WIBTanggul Jebol, Banjir Kepung Cimanggis dan Sukmajaya

















