Connect with us

RAGAM

Manfaat Bagi Lansia Saat Merawat Cucu

Aktualitas.id -

Ilustrasi Kakek-nenek bermain bersama cucu-cucunya. (Freepick).

AKTUALITAS.ID – Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan kakek-nenek saat melakukan aktivitas bersama cucu dapat meningkatkan kemampuan kognitif, verbal anak, kesehatan mental, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Sebuah studi besar terbaru menemukan bahwa kakek-nenek yang merawat cucu mereka menunjukkan penurunan kognitif yang lebih lambat dari waktu ke waktu serta kinerja yang lebih baik dalam tes memori dan kelancaran verbal dibandingkan mereka yang tidak.

Ditulis laman Everyday Health, Selasa (27/1), penulis utama Flavia Chereches, seorang peneliti di Universitas Tilburg di Belanda, mengatakan merawat cucu dapat memberi para lansia kesempatan untuk melakukan aktivitas atau tindakan pelayanan yang menurutnya sangat bermakna bagi banyak lansia.

“Kita tahu bahwa tetap aktif, dengan menggerakkan tubuh dan terlibat dalam aktivitas yang merangsang kognitif, itu baik seiring bertambahnya usia. Secara potensial, manfaat kognitif dapat berasal dari emosi positif yang terkait dengan pengasuhan, peningkatan aktivitas fisik, atau integrasi sosial yang lebih tinggi,” katanya.

Para peneliti menganalisis data dari hampir 3.000 kakek-nenek berusia 50 tahun ke atas (rata-rata usia peserta adalah 67 tahun) yang terdaftar dalam Studi Longitudinal Penuaan Inggris. Untuk mengukur kesehatan otak mereka, peserta menyelesaikan tes kognitif hingga tiga kali antara tahun 2016 dan 2022.

Secara keseluruhan, kakek-nenek yang memberikan perawatan apa pun memperoleh skor lebih tinggi pada tes memori dan tes verbal dibandingkan mereka yang tidak, bahkan setelah memperhitungkan usia, pendidikan, kesehatan, dan faktor-faktor lainnya.

Seorang spesialis geriatri, profesor kedokteran, dan direktur Stanford Longevity Center di Palo Alto, California, Deborah Kado MD yang tidak terlibat dalam penelitian ini mengatakan, penelitian ini masuk akal.

“Kemungkinan besar kakek-nenek yang menjadi pengasuh anak-anak kecil memiliki lebih banyak kesempatan untuk terpapar ide-ide baru, peluang, dan juga memiliki tujuan yang lebih besar — misalnya, tujuan membesarkan cucu agar sukses sebagai orang dewasa, dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki kesempatan untuk mengasuh atau memilih untuk tidak melakukannya,” katanya.

Kado juga mengatakan bukan masalah berapa lama para lansia merawat cucu, tapi kegiatan membantu mengerjakan pekerjaan rumah, bermain game, menyiapkan makanan, dan mengantar cucu ke berbagai kegiatan secara kolektif dapat menawarkan berbagai bentuk stimulasi mental dan sosial, daripada hanya satu tugas yang memberikan semua manfaat tersebut.

Meskipun kedua kelompok menunjukkan skor kognitif yang lebih tinggi jika mereka memberikan perawatan, hanya nenek yang mengalami penurunan yang lebih sedikit dalam tes memori dan bahasa. Ini karena nenek seringkali mengambil peran yang lebih sentral dalam pengasuhan, sementara kakek mungkin kurang terlibat atau memberikan perawatan bersama pasangan.

Namun studi ini tidak secara langsung membuktikan pengasuhan melindungi terhadap penurunan kognitif, dengan ada kemungkinan kakek nenek yang lebih sehat yang mampu dimintai bantuan merawat cucu, dan orang tua lainnya yang khawatir jika kakek nenek melakukan pengasuhan.

Para peneliti juga menekankan bahwa pengasuhan mungkin tidak bermanfaat dalam setiap situasi. Studi ini tidak mengukur apakah kakek-nenek menganggap pengasuhan itu bermanfaat atau justru menimbulkan stres, padahal hal itu dapat membuat perbedaan yang berarti.

Meskipun penelitian ini berfokus pada manfaat yang diperoleh kakek-nenek dari pengasuhan, kemungkinan ada manfaat juga bagi cucu-cucu mereka, kata Kado.

(Yan Kusuma/goeh)

TRENDING