Connect with us

DUNIA

Teheran Siap Respons Agresi AS dengan Serangan ke Tel Aviv

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Iran melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) dengan menyatakan akan memberikan respons militer besar-besaran jika negaranya diserang. Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menegaskan bahwa setiap aksi militer AS terhadap Iran akan dianggap sebagai awal perang, dengan sasaran balasan mencakup jantung kota Tel Aviv, Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan Ali Shamkhani, penasihat senior Ayatollah Ali Khamenei sekaligus perwakilan Pemimpin Tertinggi di Dewan Pertahanan Iran, melalui unggahan di platform media sosial X pada Rabu.

“Serangan terbatas hanyalah sebuah ilusi. Tindakan militer apa pun yang dilakukan Amerika, dalam bentuk apa pun dan pada tingkat apa pun, akan dianggap sebagai awal perang,” tulis Shamkhani.

Ia menegaskan, respons Iran akan bersifat cepat dan menyeluruh.
“Responsnya akan segera, komprehensif, dan belum pernah terjadi sebelumnya, ditujukan kepada pihak agresor, di jantung Tel Aviv, serta kepada semua pihak yang mendukung agresi tersebut,” lanjutnya.

Ancaman Iran itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa “armada besar” Angkatan Laut AS yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln sedang bergerak menuju kawasan sekitar Iran. Trump memperingatkan bahwa “waktu hampir habis” bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan dengan Washington.

Melalui akun Truth Social, Trump menegaskan bahwa armada tersebut lebih besar dibandingkan kekuatan militer yang sebelumnya dikerahkan AS ke Venezuela dan siap menjalankan misi dengan cepat jika diperlukan.

“Mudah-mudahan Iran akan segera datang ke meja perundingan dan menegosiasikan kesepakatan yang adil—tanpa senjata nuklir. Waktu hampir habis,” tulis Trump.

Menanggapi ancaman tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan kesiapan militer negaranya untuk merespons setiap bentuk agresi.

“Angkatan bersenjata kita yang berani siap, dengan kesiapan penuh, untuk segera dan tegas merespons setiap agresi,” kata Araghchi melalui unggahan di X.

Meski demikian, Araghchi menyatakan Iran tetap membuka peluang perjanjian nuklir baru yang adil dan setara. Ia menegaskan bahwa Iran bersedia menandatangani kesepakatan yang menjamin penggunaan teknologi nuklir untuk tujuan damai, tanpa tekanan atau ancaman.

“Iran selalu menyambut perjanjian nuklir yang saling menguntungkan, adil, dan bebas dari paksaan, yang menjamin tidak adanya senjata nuklir,” ujarnya.

Isu program nuklir Iran memang telah lama menjadi sorotan Barat. Meski Iran merupakan negara penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan mengklaim tidak mengembangkan senjata nuklir, AS menilai Teheran telah memerkaya uranium hingga mendekati tingkat senjata.

Iran sebelumnya sempat mencapai kesepakatan nuklir dengan AS dan negara-negara Eropa pada 2015, sebelum pemerintahan Trump menarik diri dari perjanjian tersebut. Ketegangan kembali meningkat seiring konflik di Gaza dan meningkatnya kekhawatiran Israel serta sekutunya terhadap kemampuan nuklir Iran.

Pernyataan terbaru Trump dinilai menjadi sinyal paling jelas bahwa opsi militer masih berada di atas meja jika Iran menolak bernegosiasi, sekaligus mempertegas eskalasi serius dalam dinamika geopolitik Timur Tengah. (Mun)

TRENDING