EKBIS
BBM Naik, Ongkos Taksi Grab Ikut Melambung
AKTUALITAS.ID – Perusahaan transportasi online Grab resmi menaikkan tarif layanan taksi meteran atau GrabCab di Singapura. Kebijakan ini akan berlaku mulai 30 Maret hingga 31 Mei 2026.
Langkah tersebut diambil sebagai respons atas lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang membebani operasional para mitra pengemudi.
Manajemen GrabCab menyatakan bahwa kenaikan harga BBM di stasiun pengisian telah mengubah struktur pendapatan pengemudi secara signifikan.
“Perhitungan bagi pengemudi kami telah berubah dengan cepat seiring kenaikan harga bahan bakar. Setelah distribusi voucher BBM pekan lalu, penyesuaian tarif ini menjadi langkah lanjutan,” ujar pihak Grab.
Rincian Kenaikan Tarif
Kenaikan tarif hanya berlaku untuk layanan taksi dengan argometer, baik yang dipesan melalui aplikasi maupun yang dihentikan langsung di jalan.
Penyesuaian dilakukan pada komponen jarak dan waktu, dengan tarif per unit naik dari S$0,26 menjadi S$0,27.
Skema tarif baru mencakup:
Setiap 400 meter untuk perjalanan 1–10 km
Setiap 350 meter setelah 10 km
Atau setiap 45 detik waktu tunggu
Sementara itu, tarif awal (flag-down) tetap tidak berubah:
S$4,60 untuk taksi 4 penumpang
S$4,80 untuk taksi 6 penumpang
Dampak ke Penumpang
Dengan penyesuaian ini, kenaikan tarif diperkirakan relatif kecil namun tetap terasa:
Perjalanan 4 km naik sekitar S$0,08
Perjalanan 12 km naik sekitar S$0,28
Perjalanan 30 km naik hingga S$0,80
Grab menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan menjaga keberlanjutan penghasilan pengemudi di tengah fluktuasi harga energi global.
Perusahaan juga menyatakan akan terus memantau kondisi harga BBM dan mengevaluasi kebijakan tarif sesuai perkembangan situasi.
“Kami berkomitmen untuk terus mencari cara mendukung mitra pengemudi sambil menjaga keseimbangan bagi penumpang,” tulis Grab dalam pernyataannya.
Kenaikan tarif ini mencerminkan dampak langsung gejolak harga energi terhadap sektor transportasi, sekaligus menunjukkan bagaimana platform digital harus menyesuaikan diri demi menjaga ekosistem bisnis tetap berjalan. (Firmansyah/Mun)
-
NASIONAL25/03/2026 02:00 WIBJet Tempur Rafale Cermin Baiknya Kerja Sama Pertahanan RI-Prancis
-
NASIONAL25/03/2026 11:00 WIBBukan Lagi Perubahan Iklim: Eddy Soeparno Sebut Suhu Bumi Alami Krisis
-
NUSANTARA25/03/2026 08:30 WIBSopir Diduga Mengantuk, Korban Tewas Kecelakaan Elf di Majalengka Jadi 6 Orang
-
DUNIA25/03/2026 00:01 WIB66 Tentara dan Polisi Tewas, Akibat Jatuhnya Pesawat Hercules
-
RIAU25/03/2026 15:30 WIBRiau Membara! Karhutla Kepung 4 Wilayah Sekaligus
-
RAGAM24/03/2026 23:00 WIBHindari Minuman ini Untuk Jaga Kesehatan Jantung Anda
-
NUSANTARA25/03/2026 07:30 WIBMendaki Saat Lebaran, 2 Remaja Dilaporkan Hilang di Gunung Galang
-
JABODETABEK25/03/2026 01:00 WIBSeorang Wanita Coba Akhiri Hidup di Sekitar Istana

















