EKBIS
Rupiah Melemah di Tengah Penguatan Won dan Yuan
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Rabu (25/3/2026). Rupiah turun 22 poin atau 0,13 persen ke level Rp16.920 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.898 per dolar AS.
Di pasar spot, rupiah bahkan sempat dibuka lebih lemah di posisi Rp16.928 per dolar AS atau turun sekitar 0,18 persen. Pelemahan ini menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan Asia pada pagi hari.
Berbanding terbalik, mayoritas mata uang Asia justru menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan mencatat penguatan terbesar sebesar 0,47 persen, diikuti dolar Taiwan naik 0,27 persen dan baht Thailand menguat 0,17 persen.
Selain itu, yuan China terapresiasi 0,11 persen, ringgit Malaysia naik 0,11 persen, serta dolar Singapura menguat tipis 0,04 persen. Sementara yen Jepang dan dolar Hong Kong hanya melemah tipis sekitar 0,006 persen, lebih baik dibanding rupiah.
Di sisi lain, peso Filipina juga mengalami pelemahan tipis sebesar 0,005 persen terhadap dolar AS.
Untuk mata uang utama negara maju, pergerakan cenderung bervariasi. Euro dan poundsterling tercatat stagnan, sedangkan franc Swiss melemah 0,03 persen dan dolar Kanada turun 0,04 persen. Adapun dolar Australia justru menguat 0,27 persen.
Kurs Bank Tembus Rp17.100
Berdasarkan data perbankan, terdapat selisih cukup lebar antara kurs beli dan kurs jual dolar AS di sejumlah bank besar.
Di Bank Central Asia (BCA), kurs beli berada di Rp16.915 dan kurs jual di Rp17.105. Sementara itu, Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat kurs beli Rp16.898 dan kurs jual Rp17.103.
Adapun Bank Rakyat Indonesia (BRI) menetapkan kurs beli Rp16.838 dan kurs jual Rp17.139, sedangkan Bank Mandiri mencatat kurs beli Rp16.950 dan kurs jual Rp16.980.
Data tersebut menunjukkan bahwa masyarakat atau pelaku usaha yang ingin membeli dolar AS harus merogoh kocek di atas Rp17.100 per dolar AS di sebagian besar bank.
Pelemahan rupiah di awal perdagangan ini mencerminkan tekanan eksternal yang masih kuat, meski mayoritas mata uang Asia menunjukkan penguatan. Pelaku pasar disarankan untuk mencermati dinamika global serta pergerakan dolar AS yang masih menjadi faktor utama penentu arah rupiah dalam jangka pendek. (Firmansyah/Mun)
-
RIAU10/05/2026 10:15 WIBRiau Bhayangkara Run 2026 Dipastikan Kembali Digelar, Polda Riau Siapkan Event Lari Terbesar di Sumatera
-
OASE10/05/2026 05:00 WIBAyat Al Quran Tentang Malaikat yang Jarang Diketahui
-
JABODETABEK10/05/2026 07:30 WIBSIM Keliling Jakarta 10 Mei Cuma Sampai Siang
-
NASIONAL10/05/2026 11:00 WIBAmien Rais Dinilai Siap Tanggung Semua Risiko
-
OLAHRAGA10/05/2026 16:00 WIBUsai Insiden di Spa-Francorchamps, Sean Gelael Finis P14
-
OTOTEK10/05/2026 06:30 WIBCara Bikin Font WhatsApp Jadi Mesin Ketik
-
EKBIS10/05/2026 11:30 WIBEmas Antam Tak Bergerak Seinci Pun Hari Ini
-
OTOTEK10/05/2026 17:30 WIBALVA Studio Indy Bintaro Fasilitas Motor Listrik Terpadu

















