POLITIK
PDIP : RUU Pemilu adalah Nyawa Parpol
AKTUALITAS.ID – Eskalasi politik di DPR RI memanas setelah PDI Perjuangan (PDIP) menyatakan penolakan tegas terhadap usulan agar Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu menjadi usul inisiatif pemerintah. Kapoksi PDIP Komisi II DPR RI, Deddy Sitorus, menyebut langkah tersebut sebagai ancaman serius bagi kedaulatan partai politik dan demokrasi.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas usulan Waketum PAN, Saleh Daulay, yang menyarankan agar pemerintah mengambil alih inisiatif pembahasan guna menghindari “pergelutan” kepentingan antar-parpol di awal proses.
Deddy Sitorus menegaskan bahwa partai politik adalah peserta utama pemilu, sehingga merekalah yang paling berkepentingan dalam menyusun aturan mainnya. Ia menilai sangat tidak logis jika regulasi yang sangat vital bagi eksistensi legislatif justru diserahkan kepada eksekutif.
“Menyerahkan inisiatif RUU Pemilu kepada pemerintah sama saja dengan menyerahkan ‘nyawa’ partai politik dan demokrasi kepada kekuasaan,” tegas Deddy kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).
Ia juga mempertanyakan logika di balik usulan tersebut, mengingat banyak undang-undang teknis lainnya justru menjadi inisiatif DPR. “Tetapi UU yang vital bagi DPR malah diusulkan jadi inisiatif pemerintah. Ada apa?” tuturnya.
Lebih lanjut, Ketua DPP PDIP ini menyentil kekhawatiran pihak-pihak yang ingin menghindari dinamika antar-parpol dalam pembahasan undang-undang. Menurut Deddy, perdebatan dan perbedaan pandangan adalah esensi dari demokrasi yang melahirkan konsensus.
“Dalam politik pasti ada perbedaan, perdebatan, pergumulan. Kalau takut perbedaan dan pergulatan ya nggak usah berpolitik atau bikin partai politik. Masa filosofi begini saja nggak ngerti?” sindir Deddy tajam.
Sebelumnya, Waketum PAN Saleh Daulay mengusulkan agar RUU Pemilu menjadi inisiatif pemerintah dengan berkaca pada preseden sebelumnya. Saleh menilai, jika inisiatif datang dari pemerintah, maka ego sektoral antar-parpol dapat diredam sebelum masuk ke pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM).
Namun bagi PDIP, dalih efisiensi tersebut tidak bisa menjustifikasi penyerahan kontrol aturan pemilu ke tangan pemerintah. Hingga saat ini, pembahasan RUU Pemilu masih terus menjadi bola panas yang diperdebatkan di internal masing-masing fraksi di Senayan. (Bowo/Mun)
-
PAPUA TENGAH08/05/2026 19:30 WIBFreeport Setor Tambahan Dividen Untuk Pemprov dan 8 Kabupaten se-Papua Tengah
-
POLITIK08/05/2026 20:00 WIBGus Ipul Sebut Menag Berpeluang Pimpin PBNU
-
POLITIK08/05/2026 17:00 WIBDPD RI Desak Regulasi Pemilu 2029 Segera Disiapkan Pasca Putusan MK
-
NASIONAL08/05/2026 16:00 WIBHaerul Saleh Teriak “Kebakaran” Sebelum Tewas Terjebak Api
-
JABODETABEK09/05/2026 09:30 WIBRatusan Siswa SD di Cakung Tumbang Usai Santap MBG
-
NUSANTARA08/05/2026 16:30 WIB2 Wisatawan Asing Diduga Meninggal Akibat Erupsi Dukono
-
DUNIA08/05/2026 19:00 WIBIran Klaim Serang Kapal Militer AS di Selat Hormuz
-
POLITIK08/05/2026 18:00 WIBAhmad Ali Siap Jadi Jembatan ke JK

















