JABODETABEK
Ratusan Siswa SD di Cakung Tumbang Usai Santap MBG
AKTUALITAS.ID – Insiden keracunan massal diduga akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di wilayah Cakung, Jakarta Timur, Jumat (8/5/2026). Ratusan siswa dari tiga Sekolah Dasar Negeri (SDN) dilaporkan mengalami mual, muntah hingga diare usai menyantap menu makan siang yang dibagikan di sekolah.
Tiga sekolah yang terdampak yakni SDN Cakung Timur 01, SDN Ujung Menteng 02, dan SDN Ujung Menteng 03. Para korban langsung dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala secara bersamaan.
Berdasarkan data sementara, korban dari SDN Cakung Timur 01 mencapai 81 siswa, termasuk yang dirawat di rumah sakit dan klinik. Sementara itu, SDN Ujung Menteng 02 tercatat 74 korban dan SDN Ujung Menteng 03 sebanyak 77 siswa.
Sebagian besar korban menjalani perawatan di Puskesmas Cakung Timur. Namun banyak juga yang dirujuk ke sejumlah rumah sakit seperti RS Sukapura, RS Pondok Kopi, RS Citra Harapan Bekasi hingga RS Ananda Bekasi.
Suasana mencekam terlihat di beberapa rumah sakit. Sejumlah siswa tampak terbaring lemas dan diinfus. Bahkan, ada pasien anak yang terpaksa berbagi satu tempat tidur karena membludaknya jumlah korban.
Petugas medis menyebut para siswa mulai merasakan gejala tak lama setelah menyantap menu MBG pada jam makan siang.
“Gejala yang dialami umumnya meliputi demam, mual, muntah, dan diare. Namun saat ini kondisi para pasien relatif stabil,” ujar salah satu petugas Puskesmas Cakung Timur, Jumat 8 Mei 2026.
Fokus penyelidikan kini mengarah pada menu yang didistribusikan oleh SPPG Pulo Gebang 15. Menu MBG hari itu terdiri dari bakmi jawa ayam suwir, jamur crispy, pangsit tahu, semangka, dan lalapan.
Meski sempat muncul dugaan terhadap menu spageti, petugas medis menyebut sebagian besar korban diduga terdampak setelah mengonsumsi bakmi jawa.
“Saya lihat sebagian besar korban terdampak memang diduga dari makanan bakmie djawa. Tapi saya tidak mau berandai-andai, nanti biar laboratorium yang menyampaikan secara terbuka,” katanya.
Saat ini sampel makanan telah dikirim ke laboratorium guna memastikan penyebab pasti keracunan, termasuk kemungkinan adanya kontaminasi bakteri atau zat berbahaya lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Pulo Gebang 15 maupun rumah sakit terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai insiden tersebut. (Kusuma/Mun)
-
DUNIA14/06/2026 12:00 WIBPesawat Angkut Militer India Hancur Saat Mendarat
-
RAGAM14/06/2026 15:30 WIBDokter Ungkap Batas Aman Makan Mi Instan
-
NUSANTARA14/06/2026 16:30 WIBKasus Pertalite 25 Liter di Medan, Hakim Sebut Curigai Ada “Request”
-
POLITIK14/06/2026 18:00 WIBPartai Gelora Siapkan Strategi Baru untuk Pemilu 2029
-
OTOTEK14/06/2026 17:00 WIBMenkomdigi Minta Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Lawan Kejahatan Digital
-
NASIONAL14/06/2026 13:00 WIBBagja Ingin Jajaran Bawaslu Melek Tipikor
-
OLAHRAGA14/06/2026 17:30 WIBPrediksi Swedia vs Tunisia: Duel Pembuka Grup F Piala Dunia 2026
-
OTOTEK14/06/2026 19:00 WIBDenny JA Nyatakan Lahirnya Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
















