PAPUA TENGAH
Episentrum Baru Kedaulatan Pangan; Mimika Menuju Arsitektur Rumah Inovasi
AKTUALITAS.ID – Kolaborasi lintas institusi antara Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Mimika, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, menandai babak baru dalam transformasi ekonomi berbasis pengetahuan menuju kemandirian bangsa dirajut di ruang pertemuan lantai 3 Mal Pelayanan Publik (MPP) Mimika, Kamis (7/5/2026).
Pertemuan ini bukan sekadar koordinasi, melainkan upaya visioner untuk membangun Rumah Inovasi—sebuah ekosistem yang dirancang untuk memutus ketergantungan pangan dan menjadikan Mimika sebagai lumbung energi serta nutrisi bagi Papua Tengah dan Indonesia.
Fokus utama dalam diskusi strategis ini adalah penguatan Indeks Ketahanan Pangan melalui pengembangan Produk Unggulan Daerah (PUD). Sagu, ubi kayu, jagung, padi, hingga sektor perikanan tidak lagi dipandang sebagai komoditas mentah, melainkan subjek inovasi yang akan dipacu melalui sentuhan teknologi tepat guna.
Analis Pemanfaatan Iptek Ahli Madya BRIN, Raden Agus Sampurna, menegaskan bahwa Rumah Inovasi akan menjadi jembatan (bridge) yang menghubungkan para pemilik teknologi—seperti BRIN dan perguruan tinggi—langsung dengan para pelaku industri dan masyarakat di akar rumput.
“Kami ingin mempermudah akses terhadap teknologi dan pendanaan. Rumah Inovasi yang dikelola BRIDA Mimika ini adalah mesin penggerak agar potensi besar di Papua Timur tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal, tapi juga menjadi penopang pangan nasional, sejalan dengan visi kemandirian energi dan pangan pemerintah pusat,” ujar Agus Sampurna.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BRIDA Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo, menekankan sebuah visi yang melampaui infrastruktur fisik. Baginya, Rumah Inovasi adalah tentang menciptakan kecerdasan kolektif yang mampu menjawab problematika riil masyarakat.
“Kita tidak sedang berbicara tentang membangun gedung baru, melainkan membentuk ekosistem riset yang aplikatif. Kami ingin memastikan hasil kajian tidak berakhir sebagai tumpukan dokumen di rak lemari, melainkan menjadi panduan eksekusi bagi dinas teknis di lapangan,” tegas Slamet.
Slamet juga menyoroti posisi geopolitik Mimika yang sangat strategis sebagai penyangga bagi provinsi Papua Tengah dan Papua Selatan. Selain pangan, diskusi ini mulai merambah ke arah ekonomi masa depan, termasuk potensi Carbon Credit sebagai sumber pendapatan daerah baru yang berkelanjutan.
Pertemuan ini mengonfirmasi bahwa Mimika sedang melakukan akselerasi tinggi dalam mengadopsi kebijakan pusat ke dalam implementasi lokal. Inisiatif Rumah Inovasi Nasional yang digagas oleh Kepala BRIN diharapkan menjadi jaringan saraf yang menghubungkan kebijakan makro dengan potensi mikro di daerah.
Dengan inventarisasi masalah yang komprehensif dan pelibatan OPD seperti Disperindag, Dinas Ketahanan Pangan, Distanbun, hingga Dinas Koperasi dan UKM, Mimika kini berada di garis depan untuk membuktikan bahwa inovasi adalah kunci kedaulatan.
Di tanah Papua, masa depan sedang dipetakan; bukan melalui janji, melainkan melalui riset yang terukur dan sinergi yang tak terputus.
(Ahmad).
-
POLITIK10/08/2026 19:00 WIBPKS Buka Pintu Kabinet Non-Parpol, PDIP: Terserah Presiden
-
POLITIK11/08/2026 06:00 WIBWacana Pilkada Tunggal Dinilai Cuma Celah Bagi-Bagi Jabatan Baru
-
EKBIS10/08/2026 20:00 WIBKemenhub Catat 460 Ribu Kendaraan Barang Masih Melanggar
-
DUNIA10/08/2026 21:00 WIBPrancis Selatan Darurat Kebakaran Hutan
-
OASE11/08/2026 05:00 WIBIni Ayat-Ayat Al-Qur’an yang Mengingatkan Bahaya Kikir
-
DUNIA10/08/2026 18:00 WIBNetanyahu Tolak Mentah-mentah 15 Poin Damai Gaza Usulan Trump
-
JABODETABEK11/08/2026 06:30 WIBSIM Keliling Operasi 08.00–14.00 WIB
-
JABODETABEK11/08/2026 08:30 WIBKAI Tangkap Pelaku Pemotongan Kabel Kereta

















