Connect with us

DUNIA

UEA Siaga Penuh Usai Serangan Rudal

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Wilayah Uni Emirat Arab (UEA) kembali berada dalam kondisi siaga tinggi. Pada Jumat (8/5/2026) pagi waktu setempat, sistem pertahanan udara UEA dilaporkan terlibat aksi pencegatan intensif terhadap serangan rudal dan drone yang masuk ke wilayah kedaulatan mereka.

Peristiwa ini terjadi di tengah rapuhnya gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kini terancam runtuh total.

Kementerian Pertahanan UEA mengonfirmasi bahwa unit pertahanan udara mereka “terlibat secara aktif” dalam menghalau ancaman udara tersebut. Melansir laporan Al Arabiya dan Anadolu Agency, otoritas setempat mengeluarkan peringatan keras kepada warga sipil.

“Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati, mengambil foto, atau menyentuh puing-puing jatuhan hasil pencegatan udara,” tegas otoritas UEA dalam pernyataan resminya.

Senada dengan hal tersebut, Otoritas Manajemen Krisis dan Bencana Darurat Nasional (NCEMA) melalui platform X menginstruksikan warga untuk tetap berada di lokasi yang aman dan hanya memantau informasi dari saluran resmi pemerintah.

Meski UEA belum mengungkap asal serangan, insiden ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah kontak senjata pecah di Selat Hormuz. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah mencegat serangan Iran yang menargetkan tiga kapal Angkatan Laut mereka pada Kamis (7/5) malam.

Sebagai balasan, militer AS meluncurkan serangan ke fasilitas militer Iran yang dianggap bertanggung jawab. Walau militer AS mengklaim tidak menginginkan eskalasi, situasi di lapangan menunjukkan arah yang berbeda.

Presiden AS Donald Trump, dalam keterangannya di Washington DC, bersikeras bahwa gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan sejak 8 April lalu masih berlaku. Namun, kegagalan perundingan damai di Islamabad beberapa waktu lalu membuat status “damai” ini sangat rentan.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di Abu Dhabi dan Dubai dilaporkan terkendali, namun kewaspadaan militer tetap berada di level tertinggi guna mengantisipasi serangan susulan. (Mun)

Continue Reading

TRENDING