Connect with us

DUNIA

Iran Bantah Serang Fasilitas Energi UEA

Aktualitas.id -

Iran Bantah Serang Fasilitas Energi UEA, Foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan serangan drone yang menyasar fasilitas energi di Fujairah. Iran langsung membantah tudingan sebagai dalang serangan tersebut.

Seorang pejabat militer Iran menegaskan bahwa Teheran tidak pernah meluncurkan serangan terhadap negara tetangga, termasuk UEA.

“Republik Islam Iran tidak memiliki program untuk menyerang fasilitas minyak tersebut,” kata pejabat itu, dikutip dari AFP, Senin (4/5/2026).

Iran justru menuding aksi militer Amerika Serikat sebagai pemicu ketegangan di kawasan, khususnya terkait upaya membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Menurut Iran, langkah AS mengawal kapal-kapal tanker dinilai melanggar kesepakatan dan berpotensi memperkeruh situasi keamanan di jalur perdagangan minyak paling vital di dunia tersebut.

Sebelumnya, pemerintah UEA melaporkan bahwa fasilitas energi di Fujairah menjadi sasaran serangan drone. Insiden tersebut mengakibatkan tiga warga India mengalami luka-luka.

Abu Dhabi mengecam serangan itu sebagai “eskalasi berbahaya” di tengah situasi gencatan senjata yang masih berlangsung.

Kementerian Pertahanan UEA mencatat setidaknya 15 serangan udara diluncurkan dari wilayah Iran. Serangan tersebut meliputi 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat drone, yang sebagian besar diklaim berhasil dicegat.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan akan memandu kapal tanker keluar dari Selat Hormuz guna menjaga kelancaran distribusi energi global.

Langkah tersebut ditentang oleh parlemen Iran yang menilai pengawalan kapal oleh AS sebagai bentuk pelanggaran gencatan senjata.

Situasi semakin memanas setelah media Iran melaporkan angkatan lautnya sempat melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal perang AS di kawasan tersebut.

Namun, Trump mengklaim pasukan AS telah menembak tujuh kapal militer kecil Iran, dengan enam di antaranya hancur. Klaim ini kembali dibantah oleh pihak Iran. (Mun)

TRENDING