Connect with us

JABODETABEK

Pelaku Pembacokan Pegawai Toko Roti, Berhasil Ditangkap

Aktualitas.id -

Polisi mengevakuasi korban pembacokan hingga tewas di Jalan Pedongkelan 8, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (4/5/2026). (Antara/Risky Syukur/aa).

AKTUALITAS.ID – Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Barat bergerak cepat dalam mengungkap kasus pembacokan yang menewaskan seorang pegawai toko roti di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

Terduga pelaku berhasil diringkus Polisi dari satuan gabungan Jatanras Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan terduga pelaku berinisial RS berhasil ditangkap.

“Saat ini, penyidik masih mendalami kasus tersebut, termasuk melengkapi administrasi penyidikan, memeriksa terduga pelaku, memeriksa saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum,” katanya.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor Honda Mio warna putih biru, satu bilah celurit, helm, pakaian yang digunakan pelaku saat kejadian, serta rekaman CCTV di lokasi.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Proses hukum terhadap terduga pelaku akan dilakukan secara profesional dan proporsional,” kata Budi.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Sipayung Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan, mengatakan bahwa pelaku ditangkap di daerah Bogor pada Senin (4/5) sekira pukul 23.00 WIB.

“Sudah ditangkap semalam, pukul 23.00 WIB di daerah Bogor,” kata Arfan, di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Dalam insiden tragis tersebut, kata dia, polisi tidak menemukan motif dendam lama dari pelaku. Pembacokan maut itu rupanya hanya dipicu hal sepele, yakni sepeda motor pelaku tak sengaja tersenggol korban yang tengah berjalan.

“Jadi, katanya (pelaku) korban nyenggol motornya (pelaku). Si pelaku ini emosi (marah). Bahasanya, (pelaku) ‘kamu tuh, rusak motor saya’,” kata Arfan menirukan perkataan pelaku.

Korban, kata dia, sempat meminta maaf, namun pelaku yang sudah ‘naik pitam’ tak sudi menerima permintaan maaf tersebut. “Setelah itu kejadian lah. Jadi ‘senggol bacok’,” kata Arfan.

Pelaku, lanjut dia, memang selalu membawa senjata tajam, namun motif pelaku membawa senjata itu masih ditelusuri.

(Purnomo/goeh)

TRENDING