Connect with us

JABODETABEK

BMKG Ungkap Alasan Jakarta Tiba-Tiba Diguyur Hujan

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Setelah berminggu-minggu dilanda cuaca kering, Jakarta akhirnya kembali diguyur hujan. Fenomena yang mengejutkan banyak warga ini terjadi di tengah musim kemarau dan memunculkan pertanyaan, mengapa hujan masih turun?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan hujan yang mengguyur Ibu Kota dipicu oleh kondisi atmosfer lokal yang masih mendukung terbentuknya awan hujan, meski secara global belum ada faktor cuaca yang signifikan.

Pelaksana Harian (Plh) Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani mengatakan potensi hujan di Jakarta masih ada dalam beberapa hari ke depan, namun intensitasnya diperkirakan mulai berkurang.

“Dalam tiga hari ke depan, potensi hujan di wilayah Jakarta cenderung menurun dibandingkan kondisi hujan hari ini,” ujar Ida, Rabu (5/8/2026).

BACA JUGA  BMKG: Suhu Jakarta Tembus 34 Derajat

Menurut BMKG, penyebab utama hujan bukan berasal dari pengaruh fenomena cuaca global maupun regional, melainkan dari kondisi atmosfer di wilayah Jabodetabek yang masih cukup lembap.

Ida menjelaskan, kelembapan udara pada lapisan 850 hingga 500 milibar (mb) masih tergolong tinggi. Kondisi atmosfer yang labil serta potensi konveksi yang kuat menjadi pemicu terbentuknya awan hujan.

“Dari faktor cuaca skala global dan regional, tidak ada faktor yang mendukung pertumbuhan awan konvektif. Namun dari faktor lokal, kelembapan udara cukup basah dan atmosfer yang labil mendukung pertumbuhan awan hujan di Jabodetabek,” jelasnya.

BMKG juga mengungkapkan bahwa saat ini sedang berlangsung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jawa Barat. Namun, operasi tersebut dilakukan untuk mendukung upaya antisipasi kekeringan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, bukan secara khusus untuk memicu hujan di Jakarta.

BACA JUGA  BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia Dalam Sepekan ke Depan

Sebelumnya, hujan deras mengguyur sejumlah wilayah Ibu Kota pada Selasa (4/8/2026) malam. Salah satu kawasan yang terdampak adalah Cawang, Jakarta Timur, di mana hujan deras membuat jalanan mendadak basah dan air mengalir deras dari atap Stasiun Cawang hingga ke area peron.

Meski hujan mulai kembali turun, BMKG menegaskan bahwa musim kemarau masih berlangsung. Fenomena hujan di tengah musim kemarau merupakan kondisi yang dapat terjadi akibat dinamika atmosfer lokal, sehingga masyarakat diimbau tetap mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari. (Firman/Mun)

TRENDING