Connect with us

NASIONAL

Kasus Kematian Yurizal Bikin Publik Pertanyakan Empati Nakes

Aktualitas.id -

Kematian Yurizal Bikin Publik Pertanyakan Empati Nakes

AKTUALITAS.ID – Meninggalnya Yurizal, pasien pengguna BPJS Kesehatan yang sebelumnya sempat mengeluhkan lamanya menunggu ruang perawatan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, memicu gelombang simpati sekaligus perdebatan luas di media sosial. Sorotan publik tidak hanya tertuju pada keluhan yang pernah disampaikan almarhum, tetapi juga pada sejumlah komentar bernada sinis yang diduga ditulis oleh tenaga kesehatan dan kemudian viral.

Sebelum kabar duka itu muncul, Yurizal sempat mengunggah pengalamannya saat harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan.

“Delapan jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake BPJS,” tulis Yurizal dalam unggahannya.

Alih-alih mendapat dukungan, unggahan tersebut justru dibalas sejumlah komentar yang dinilai warganet tidak menunjukkan empati. Beberapa akun yang belakangan mengaku sebagai tenaga kesehatan menjadi sorotan karena isi komentarnya dianggap melukai perasaan pasien.

BACA JUGA  Penting! 21 Jenis Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Setelah kabar meninggalnya Yurizal diumumkan keluarga melalui unggahan sang sepupu, Hilda Aprianti, pada Sabtu (1/8/2026), reaksi publik berubah drastis. Banyak warganet mengecam komentar-komentar tersebut dan menuntut pertanggungjawaban moral dari para pemilik akun.

Di tengah derasnya kritik, sejumlah pemilik akun yang sebelumnya memberi komentar negatif akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Salah satunya adalah Widhiyarini Pangestika, yang melalui akun Threads pribadinya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum sekaligus mengakui komentarnya tidak pantas.

“Saya mengakui komentar saya tidak pantas dan tidak menunjukkan etika, empati maupun profesionalisme sebagai seorang tenaga kesehatan,” tulisnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Yurizal serta kepada instansi tempatnya bekerja karena merasa tindakannya telah berdampak terhadap kepercayaan masyarakat.

BACA JUGA  Usai Jalani Tes Swab, Puluhan Pegawai BPJS Kesehatan Cabang Medan Positif Corona

Permintaan maaf serupa juga disampaikan Benny Christian Sihombing, pemilik akun @bennychrstn, melalui sebuah video yang diunggah di media sosial.

Dalam pernyataannya, Benny menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan menegaskan siap bertanggung jawab atas seluruh komentar yang pernah ia tulis.

“Saya bertanggung jawab penuh atas semua tulisan saya dan tidak akan mencari pembelaan maupun menyewa pengacara apabila ada konsekuensi hukum atau lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Elda Putri Rahardini, pemilik akun @erudarahaadini, juga menyampaikan permohonan maaf. Ia mengakui komentarnya tidak mencerminkan etika maupun empati yang seharusnya dijunjung tinggi oleh seorang tenaga kesehatan.

“Sebagai seorang dokter dan tenaga kesehatan, seharusnya saya mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan,” tulisnya.

BACA JUGA  BPJS Kesehatan Lindungi 15 Ribu Petugas KPPS di Papua Barat Daya

Kasus ini memicu diskusi luas mengenai pentingnya etika bermedia sosial, khususnya bagi profesi yang berkaitan dengan pelayanan publik dan kesehatan.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang menyatakan bahwa meninggalnya Yurizal disebabkan oleh lamanya menunggu ruang perawatan. Kabar yang beredar hanya menunjukkan bahwa sebelum wafat, almarhum sempat menyampaikan keluhan mengenai pengalaman menunggu layanan rumah sakit, dan setelah kabar duka muncul, sejumlah pihak yang sebelumnya memberikan komentar negatif memilih menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap unggahan di ruang digital dapat membawa dampak besar, terutama ketika menyangkut seseorang yang sedang menghadapi kondisi kesehatan dan keluarganya yang tengah berduka. (Purnomo/Mun)

TRENDING