Connect with us

DUNIA

CIA: Rudal Iran Belum Hancur Total

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) mengungkap Iran masih memiliki cadangan rudal balistik dalam jumlah signifikan meski telah digempur serangan besar-besaran oleh Amerika Serikat dan Israel selama beberapa pekan terakhir.

Laporan tersebut muncul di tengah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah dan ketegangan yang terus meningkat di Selat Hormuz.

Berdasarkan laporan yang dikutip media The Washington Post dan dilansir Middle East Eye, CIA menilai Iran masih memiliki kemampuan militer yang cukup kuat untuk bertahan menghadapi tekanan dan blokade dalam beberapa bulan ke depan.

“[Iran] masih punya kemampuan rudal balistik yang signifikan setelah dibombardir AS dan Israel berminggu-minggu,” demikian isi laporan tersebut.

CIA memperkirakan Iran dapat bertahan selama sekitar 90 hingga 120 hari setelah embargo diberlakukan sebelum mulai menghadapi tekanan ekonomi yang lebih berat.

Saat ini, AS dan Iran sama-sama meningkatkan operasi di kawasan Selat Hormuz. Pasukan AS dilaporkan mencegat kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran, sementara Teheran disebut menargetkan kapal-kapal yang memiliki afiliasi dengan AS dan Israel.

Seorang pejabat AS juga mengungkap bahwa sebelum perang pecah pada akhir Februari lalu, Iran masih memiliki sekitar 75 persen peluncur rudal dan 70 persen stok rudalnya.

Selain itu, Iran disebut berhasil membuka fasilitas penyimpanan rudal bawah tanah yang selama ini dirahasiakan.

Laporan CIA tersebut bertolak belakang dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya mengklaim sebagian besar kemampuan rudal Iran telah dihancurkan.

“Mereka mungkin hanya punya 18 atau 19 persen, tetapi jumlah itu tak banyak dibandingkan dengan apa yang mereka punya sebelumnya,” ujar Trump.

Namun Iran berulang kali membantah klaim tersebut dan menegaskan mereka masih mampu melakukan serangan kapan saja jika diperlukan.

Situasi ini semakin memicu kekhawatiran dunia internasional terhadap kemungkinan konflik berkepanjangan antara Iran, AS, dan Israel yang dapat berdampak luas terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global. (Mun)

TRENDING