Connect with us

EKBIS

Rupiah Naik 0,25% ke Rp16.955 per Dolar AS

Aktualitas.id -

Rupiah Naik 0,25% ke Rp16.955 per Dolar AS, ilustrasi foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (18/3/2026), di tengah sentimen pasar global dan menjelang libur panjang Nyepi serta Lebaran.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.26 WIB, rupiah di pasar spot berada di level Rp16.955 per dolar AS. Posisi ini menguat 0,25% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.997 pada Selasa (17/3/2026).

Penguatan rupiah terjadi saat dolar AS cenderung tertahan di tengah meningkatnya sentimen risiko global. Pelaku pasar kini menanti sejumlah keputusan penting dari bank sentral dunia yang diperkirakan akan memengaruhi arah pergerakan mata uang.

Di kawasan Asia, yen Jepang menguat setelah sempat memicu spekulasi intervensi oleh Bank of Japan. Kondisi ini terjadi menjelang agenda pertemuan antara Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden AS Donald Trump di Washington.

Sementara itu, euro bergerak stabil setelah mencatat penguatan dalam dua hari terakhir, menjelang rapat kebijakan moneter oleh European Central Bank (ECB).

Di sisi lain, dolar AS masih menjadi aset safe haven utama di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat di kawasan Timur Tengah. Konflik yang memasuki pekan ketiga ini kembali memanas setelah Iran mengonfirmasi tewasnya pejabat tinggi keamanannya dalam serangan yang dikaitkan dengan Israel.

Analis senior capital.com, Kyle Rodda, menyebut volatilitas pasar sempat mereda seiring stabilnya harga energi. Namun, ia mengingatkan bahwa risiko global masih tinggi dan berpotensi memicu pergerakan cepat di pasar keuangan.

“Volatilitas sebagian besar mereda karena harga energi relatif stabil, namun risiko belum hilang dan bisa memicu perubahan sentimen pasar secara cepat,” ujarnya.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama lainnya tercatat berada di level 99,56, setelah mengalami pelemahan selama dua hari berturut-turut.

Dengan kondisi ini, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan dipengaruhi dinamika global serta sentimen menjelang libur panjang yang cenderung membuat aktivitas pasar lebih terbatas. (Firmansyah/Mun)

TRENDING