Berita
6 Orang Tewas Akibat Serangan Israel ke Kantong Jihad Islam di Gaza dan Suriah
Dalam serangan terbaru menjelang pemilihan umum tanggal 2 Maret mendatang, Angkatan Udara Israel menargetkan “situs-situs teror Jihad Islam” di seluruh Gaza dan dekat ibu kota Suriah, Damaskus, kata sebuah pernyataan militer dari pihak Israel. Jihad Islam bersama kelompok sekutu Hamas telah terlibat perang dengan Israel sebanyak tiga kali sejak 2008. Organisasi ini beroperasi di Jalur […]
Dalam serangan terbaru menjelang pemilihan umum tanggal 2 Maret mendatang, Angkatan Udara Israel menargetkan “situs-situs teror Jihad Islam” di seluruh Gaza dan dekat ibu kota Suriah, Damaskus, kata sebuah pernyataan militer dari pihak Israel.
Jihad Islam bersama kelompok sekutu Hamas telah terlibat perang dengan Israel sebanyak tiga kali sejak 2008. Organisasi ini beroperasi di Jalur Gaza dan Suriah.
Militer Israel mengatakan bahwa pihaknya juga telah menyerang sasaran Jihad Islam di pinggiran Damaskus, termasuk pangkalan “yang digunakan sebagai pusat” kegiatan kelompok Jihad Islam di negara itu.
Menurut pihak Israel, 20 roket sebelumnya telah ditembakkan dari Jalur Gaza ke arah Israel pada Minggu (23/02) malam. Sepuluh roket dapat diblokir oleh sistem pertahanan rudal Kubah Besi milik Israel, sedangkan roket lainnya jatuh di daerah yang tidak berpenghuni.
Kelompok Jihad Islam telah mengaku bertanggung jawab atas puluhan tembakan roket itu. Kelompok asal Palestina ini mengaku bereaksi atas terbunuhnya anggota mereka oleh tentara Israel. Namun pihak Israel mengatakan bahwa anggota tersebut sedang berusaha menempatkan bahan peledak di dekat pagar perbatasan Gaza.
“Kebijakan baru”
Jihad Islam, yang bersekutu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad, pada Senin (24/02) pagi membenarkan bahwa dua anggotanya telah tewas dalam serangan roket terbaru oleh Israel.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebuah lembaga pemantau perang yang berbasis di Inggris, mengonfirmasi bahwa setidaknya empat orang pendukung Assad telah tewas dalam serangan itu.
Namun, rekaman video yang beredar di media sosial terkait terbunuhnya anggota Jihad Islam ini sempat menyebabkan kegemparan di Gaza karena adanya “kebijakan baru” dari Israel terkait pemulangan jenazah orang-orang yang terbunuh.
Menteri Pertahanan Israel Naftali Bennett mengatakan Israel tidak akan mengembalikan jenazah para penyerang tersebut. Langkah ini dimaksudkan untuk memberikan tekanan pada Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, untuk menyerahkan jenazah dua tentara Israel yang terbunuh dalam konflik di Gaza tahun 2014.
-
FOTO30/01/2026 20:18 WIBFOTO: Presiden Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional di Istana Negara
-
DUNIA30/01/2026 19:00 WIBTeheran Siap Respons Agresi AS dengan Serangan ke Tel Aviv
-
NUSANTARA30/01/2026 19:30 WIBBuntut Ratusan Siswa SMAN 2 Kudus Keracunan, Pemprov Jateng Evaluasi Total Program MBG
-
NASIONAL30/01/2026 23:00 WIBVonis Berbeda untuk 25 Terdakwa Kasus Demo Agustus
-
JABODETABEK30/01/2026 20:30 WIBPascabanjir Jakarta, Dinkes DKI Waspadai Penyakit Menular
-
DUNIA30/01/2026 21:00 WIBPentagon: Kami Siap Serang Iran Kapan Saja Sesuai Perintah Presiden Trump
-
JABODETABEK31/01/2026 05:30 WIBBMKG Peringatkan Potensi Hujan Petir di Jakarta Sabtu 31 Januari
-
POLITIK30/01/2026 20:00 WIBPSI: Pelonggaran Syarat Pencalonan Pilkada Bisa Tekan Politik Uang

















