Berita
ASN di Riau Diperiksa Polisi Terkait Komentar Penusukan Wiranto di Medsos
JM seorang ASN yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar.
AKTUALITAS.ID – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial JM harus diamankan dan dimintai keterangan oleh kepolisian Resor Kampar, Provinsi Riau.
Pemeriksaan itu dilakukan terkait komentarnya di jejaring sosial (Facebook) tentang penusukan Menteri Koordinator Bidang Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Riau, Komisaris Besar Polisi, Sunarto, membenarkan atas pemeriksaan JM oleh Polres Kampar. JM diklarifikasi terkait postingannya di medsos.
“Awalnya ada status warganet yang mengatakan Pak Wiranto tidak layak ditusuk,” kata Sunarto kepada wartawan, Sabtu 12 Oktober 2019.
Sementara JM mengomentari status tersebut dengan kalimat, Wiranto lebih pantas digantung.
“Ditikam mang ndak pantas do Dinda, tapi yang cocok digantung,” begitu tulisan JM pada kolom komentar.
Pihak kepolisian melakukan penelusuran terkait komentar dan pemilik akun tersebut. Belakangan diketahui adalah JM seorang ASN yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar. Selain itu JM juga seorang dosen salah satu perguruan tinggi di Riau.
Pemeriksaan terhadap MJ ini sudah dilakukan sejak Jumat 11 Oktober 2019 kemarin. Ia dimintai keterangan terkait komentar tersebut dengan status terperiksa.
-
FOTO22/06/2026 20:05 WIBFOTO: Pemusnahan Pakaian Bermerk Palsu Senilai Hampir Rp. 1 Miliar
-
RAGAM22/06/2026 18:30 WIBIni 5 Rekomendasi Sepatu Nike Terjangkau untuk Lari
-
OLAHRAGA23/06/2026 03:00 WIBInggris vs Ghana: Misi Lolos Grup L Piala Dunia 2026
-
POLITIK22/06/2026 18:00 WIBMeski Gaet Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Jadi Partai Gurem
-
POLITIK22/06/2026 20:06 WIBBajak Kader dari Partai Lain, PSI Dinilai Krisis Figur
-
NASIONAL23/06/2026 08:30 WIBKetua BEM FH UBK Ngaku Terima Rp 20 Juta dari Oknum Polisi Jelang Demo
-
RAGAM22/06/2026 19:45 WIBPersaingan SD Negeri dan Biaya Swasta Bikin Orang Tua Serba Salah
-
POLITIK22/06/2026 20:35 WIBPengamat Sebut Struktur Ketua Harian PSI Bukti Adanya Ketidakseimbangan dalam Manajemen Partai