Berita
PKS Minta Tito Awasi Ketat Pejabat Gugus Tugas yang Mencalonkan Pilkada 2020
AKTUALITAS.ID – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengawasi ketat kepala daerah menjabat kepala gugus tugas Covid-19 yang akan mencalonkan diri di Pilkada Serentak 2020. Mardani khawatir ada oknum petahana yang memanfaatkan jabatan di gugus tugas tersebut untuk pemenangan. Dia merasa hal itu […]
AKTUALITAS.ID – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengawasi ketat kepala daerah menjabat kepala gugus tugas Covid-19 yang akan mencalonkan diri di Pilkada Serentak 2020.
Mardani khawatir ada oknum petahana yang memanfaatkan jabatan di gugus tugas tersebut untuk pemenangan. Dia merasa hal itu tidak adil untuk kandidat penantang.
“Saya titip Pak Menteri monitoring para kepala daerah petahana yang maju lagi karena banyak juga yang sekarang menjadi ketua gugus tugas penanganan Covid-19. Positioning ini bisa berdampak juga terhadap electoral incentive-nya,” kata Mardani dalam Rapat Kerja Komisi II DPR RI bersama Mendagri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (24/6/2020).
Permintaan Mardani itu pun langsung direspons Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Tito menjelaskan sejak awal sengaja memperbolehkan para kepala daerah menjabat kepala gugus tugas untuk memacu kinerja penanganan corona.
Tito belajar dari pengalaman pemilu di Korea Selatan. Menurut dia para kandidat di sana terpacu untuk menunjukkan bahwa mereka mampu mengatasi pandemi ini.
Di saat yang sama, kata Tito, cara ini terbukti ampuh menaikkan partisipasi publik. Korea Selatan mencatat rekor partisipasi publik 62,2 persen tahun ini, tertinggi sejak 1992.
“Itu jadi tidak gampang bagi kepala daerah yang incumbent yang running kembali. Karena itu akan jadi amunisi bagi para kontestannya jika dia gagal,” tuturnya.
Meski begitu Tito tidak menampik memang ada kerawanan seperti yang dikhawatirkan Mardani. Sebab ada 220 dari 270 daerah yang berpotensi diikuti oleh kandidat petahana pada Pilkada 2020.
Tito mengatakan membuka diri jika ada fraksi yang hendak mengusulkan pembatasan dalam revisi UU Pilkada.
“Kenapa tidak kita akan mengeluarkan aturan supaya kepala gugus tugasnya dialihkan bagi 220 daerah yang maju itu dialihkan kepada pejabat lain,” ucapnya.
-
NASIONAL25/03/2026 11:00 WIBBukan Lagi Perubahan Iklim: Eddy Soeparno Sebut Suhu Bumi Alami Krisis
-
NUSANTARA25/03/2026 08:30 WIBSopir Diduga Mengantuk, Korban Tewas Kecelakaan Elf di Majalengka Jadi 6 Orang
-
NUSANTARA25/03/2026 07:30 WIBMendaki Saat Lebaran, 2 Remaja Dilaporkan Hilang di Gunung Galang
-
RIAU25/03/2026 15:30 WIBRiau Membara! Karhutla Kepung 4 Wilayah Sekaligus
-
NUSANTARA25/03/2026 06:30 WIBGunung Marapi Meletus Lagi
-
JABODETABEK25/03/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Jakarta Berawan Sepanjang Hari
-
OASE25/03/2026 05:00 WIBPeringatan Rasulullah Jadi Nyata? Eufrat-Tigris Diprediksi Kering Total 2040
-
PAPUA TENGAH25/03/2026 15:47 WIBDinas PUPR Mimika Bakal Bangun Jalan di Agimuga Tahun Ini

















