Berita
Lawan Pandemi, WHO: Tak Ada Kata Terlambat
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan ‘tidak ada kata terlambat untuk membalikkan keadaan’, menyusul laporan satu juta kematian akibat Covid-19 di seluruh dunia. Dia mengatakan sementara dunia masih menunggu terobosan ilmiah, virus corona dapat diatasi secara efektif melalui tindakan kesehatan masyarakat yang sudah terbukti. “Sekarang satu juta orang telah tiada karena […]
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan ‘tidak ada kata terlambat untuk membalikkan keadaan’, menyusul laporan satu juta kematian akibat Covid-19 di seluruh dunia.
Dia mengatakan sementara dunia masih menunggu terobosan ilmiah, virus corona dapat diatasi secara efektif melalui tindakan kesehatan masyarakat yang sudah terbukti.
“Sekarang satu juta orang telah tiada karena Covid-19 dan lebih banyak lagi yang menderita karena pandemi tersebut,” ujar Tedros dalam sebuah artikel di The Independent.
“Tonggak sejarah ini adalah momen yang sulit bagi dunia tapi ada secercah harapan yang menyemangati kami di saat ini dan di masa depan. Tidak ada kata terlambat untuk membalikkan keadaan,” lanjutnya seperti dikutip AFP.
Tedros menguraikan empat langkah penting untuk mengendalikan pandemi, dimulai dengan pencegahan penularan dan melindungi kelompok rentan.
Dia menekankan perlunya tanggung jawab individu dalam mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Kemudian pemerintah didorong untuk menemukan, mengisolasi, menguji, merawat pasien, melacak dan mengkarantina kontak erat.
“Saat tonggak hari ini memberi kita jeda untuk merenung, ini adalah momen bagi kita semua untuk bersatu, dalam solidaritas, untuk melawan virus ini,” ucapnya.
“Sejarah akan menilai kami atas keputusan yang kami buat dan tidak kami buat di bulan-bulan mendatang. Mari raih kesempatan dan jembatankan batas-batas nasional untuk menyelamatkan nyawa dan mata pencaharian,” tandasnya.
Tedros memuji negara-negara tertentu terutama Thailand, Italia, Uruguay, dan Pakistan atas penanganan pandemi di negara mereka.
Dia juga mengulangi seruannya untuk mendanai ACT-Accelerator yang dipimpin WHO, pengumpulan dana secara global untuk membiayai vaksin, diagnostic, dan perawatan Covid-19.
Sementara itu, Palang Merah dunia yang juga bermarkas di Swiss mengatakan bahwa jumlah korban tewas akibat Covid-18 merupakan salah satu tonggak tragis dalam bencana kemanusiaan yang terus bergulir.
“Hari ini, kami berdiri dalam solidaritas yang suram dengan ratusan ribu keluarga yang kehilangan orang yang dicintai,” kata Jagan Chapagain, Sekretaris Jenderal Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
“Satu juta kematian mewakili satu juta tragedy individu dan patah hati yang tak terhitung jumlahnya. Kita perlu merencanakan dukungan yang dibutuhkan jutaan orang untuk membangun kembali kehidupan mereka, bahkan setelah penyakit ini berhasil dikalahkan,” tambahnya.
-
PAPUA TENGAH13/02/2026 15:20 WIBPenyerangan dan Pembakaran Fasilitas di Deiyai, Aparat Perketat Pengamanan
-
POLITIK13/02/2026 18:00 WIBGolkar Ungkap Bahlil Tak Berencana Jadi Cawapres 2029
-
NUSANTARA13/02/2026 15:30 WIBWapres Cek Pemberian Subsidi Bahan Pokok di Pasar Badung
-
RAGAM13/02/2026 10:30 WIBNa Willa Ajak Masyarakat Kenang Masa Anak-anak
-
PAPUA TENGAH13/02/2026 14:44 WIBBanyak Warga Mimika Keluhkan Kepesertaan PBI-JK Nonaktif, Ini Penjelasan BPJS
-
NASIONAL13/02/2026 14:30 WIBPrabowo Minta Menu MBG Disajikan Hangat
-
NASIONAL13/02/2026 16:00 WIBPrabowo: Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis Hanya 0,0006%
-
POLITIK13/02/2026 17:00 WIBMardiono: PPP Siap Dukung Prabowo di Pilpres 2029

















