Connect with us

Berita

Pemilu 2024, PKS Targetkan Peroleh Suara 15 Persen

AKTUALITAS.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) V. Dalam pidato politiknya, Presiden PKS Ahmad Syaikhu menekankan target yang ditetapkan Musyawarah Majelis Syura soal perolehan suara pada Pemilu 2024. Minimal 15 persen suara. “Bagi pejabat publik yang pernah berkiprah, jaga terus kepemimpinan dan ketokohannya, jangan sampai pudar. Cor jumlah kursi PKS yang sudah […]

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) V. Dalam pidato politiknya, Presiden PKS Ahmad Syaikhu menekankan target yang ditetapkan Musyawarah Majelis Syura soal perolehan suara pada Pemilu 2024. Minimal 15 persen suara.

“Bagi pejabat publik yang pernah berkiprah, jaga terus kepemimpinan dan ketokohannya, jangan sampai pudar. Cor jumlah kursi PKS yang sudah didapatkan agar tidak pindah ke partai lain. Selanjutnya tingkatkan target suara dalam pemilu 2024 minimal 15 persen suara sesuai dengan ketetapan Musyawarah Majelis Syura,” tegas Syaikhu dalam acara Puncak Munas V PKS di Bandung, Minggu (29/11/2020).

Baginya, memenangkan pilkada 2020 adalah agenda penting. Jika pilkada yang diselenggarakan di lebih 200 daerah itu bisa dimenangkan 60 persennya, maka akan menambah optimisme memenangkan pemilu 2024.

“Tingkatkan target suara pada pemilu 2024 minimal 15 persen. Ini sesuai ketetapan musyawarah majelis syuro II tahun 2020. Kita harus menangkan,” kata dia.

Menurutnya, target tersebut bukan hal mustahil. Berkaca pada tren perjalanan PKS dalam kontestasi politik, raihan suaranya ia klaim terus mengalami peningkatan. Pada Pemilu 2014 PKS memperoleh 6,8 persen atau setara dengan 8,4 juta suara.

“Pada 2019 kemarin perolehan suara mencapai 8,2 persen atau 11,4 juta suara. Tentu perolehan ini terbanyak sepanjang sejarah dalam keterlibatan PKS dalam pemilu. Semua ini karena kerja keras para kader dan pengurus di semua level. Dukungan dari masyarakat semakin meluas,” kata dia.

Dia juga mengingatkan fokus partai untuk menyiapkan kepemimpinan nasional dengan basis kepemimpinan daerah.

“Kepemimpinan yang akan menjadi pelopor untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional bangsa Indonesia, kepemimpinan yang dapat mewujudkan masyarakat madani yang adil, sejahtera, dan bermartabat dalam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” terang Syaikhu.

Syaikhu menyebut, kepemimpinan yang dibangun PKS adalah kepemimpinan yang siap berkolaborasi dengan seluruh elemen bangsa untuk membangun Indonesia. Menurutnya, tiga kriteria utama kepemimpinan nasional yang akan disiapkan PKS.

Pertama, pemimpin yang memiliki akseptabilitas. Dapat diterima masyarakat luas. Kader-kader PKS dan para pejabat publik PKS harus tampil di masyarakat dan menjadi tokoh-tokoh penting yang selalu peduli terhadap nasib rakyat, dan hadir melayani dengan membawa manfaat.

Kedua, pemimpin yang memiliki kapasitas. Kader PKS harus memiliki kapasitas untuk mengelola pemerintahan dengan profesional, transparan, akuntabel, dan demokratis.

Ketiga, pemimpin yang memiliki kredibilitas. Pemimpin yang memiliki integritas moral yang kuat, berjiwa patriotik dan memiliki nasionalisme yang tinggi.

Kepengurusan PKS 2020-2025 akan memberikan panggung bagi anak-anak muda untuk tampil menjadi pemimpin.

“Saya juga akan memberikan porsi bagi lahirnya anak-anak muda potensial. Itulah sebabnya, saya memberikan kepercayaan kepada saudara dr. Gamal Albinsaid. Inilah tokoh muda berprestasi tingkat nasional dan internasional yang akan mengomandani Bidang Kepemudaan PKS,” terang dia.

Sekretaris Jenderal PKS Aboe Bakar Alhabsy menambahkan, salah satu hasil Munas V PKS adalah susunan kepengurusan PKS periode 2020-2025. Selain itu, PKS resmi meluncurkan lambang, mars dan hymne baru pada ajang Munas V PKS.

“Perubahan lambang, mars dan hymne sudah dirumuskan sejak kepengurusan sebelumnya. Esensi perubahan ini adalah PKS harus tampil lebih segar, lebih dekat dan terbuka untuk semua kalangan,” urai Habib Aboe.

TRENDING

Exit mobile version