Berita
Hasil Rapid Tes, 39 Pengawas TPS di Pilkada Kabupaten Bandung Positif Covid-19
AKTUALITAS.ID – 39 Petugas Pengawas TPS di Pilkada Kabupaten Bandung terkonfirmasi positif Covid-19. Temuan itu merupakan hasil tes lanjutan rapid tes terhadap ribuan petugas. Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung, Kahfiana mengatakan rapid tes semula dilakukan terhadap 6.874 petugas KPPS Kabupaten Bandung yang dimulai pada dari 26 September 2020 lalu hingga 2 Desember 2020. Dari jumlah itu, […]
AKTUALITAS.ID – 39 Petugas Pengawas TPS di Pilkada Kabupaten Bandung terkonfirmasi positif Covid-19. Temuan itu merupakan hasil tes lanjutan rapid tes terhadap ribuan petugas.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung, Kahfiana mengatakan rapid tes semula dilakukan terhadap 6.874 petugas KPPS Kabupaten Bandung yang dimulai pada dari 26 September 2020 lalu hingga 2 Desember 2020.
Dari jumlah itu, 97 orang di antaranya reaktif. Mereka kemudian melanjutkan tes dengan swab hingga diketahui ada 39 orang terkonfirmasi positif Covid-19.
“Dari 6.874 KPPS itu ada 97 yang reaktif kemudian ada 39 yang positif. (tersebar) di 14 kecamatan,” kata dia, Selasa (2/12/2020).
Tindak lanjut temuan itu dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Mayoritas petugas yang positif Covid-19 sudah menjalani isolasi mandiri. Sedangkan sisanya yang reaktif akan diganti dengan petugas baru.
Terpisah, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, Endun Abdul Haq mengatakan pihaknya sudah menyiapkan standar protokol kesehatan pada saat pencoblosan yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Desember mendatang.
Di antaranya, penyediaan fasilitas mencuci tangan, antrean yang diberi jarak satu meter, pemeriksaan suhu kepada masyarakat menggunakan thermo gun termasuk diberi masker dan sarung tangan.
“Yang tidak pake masker kita siapkan masker. Lalu, nanti tinta ditetes bukan dicelup. Bagi pemilih yang ketika dicek suhunya lebih dari 37 derajat, bisa tetap menggunakan hak pilihnya di ruangan yang lain, dan mendapat tindakan medis,” terang dia.
“Kalau masyarakat dirapid tes belum ada (kebijakannya). Tapi, kalau penyelenggara memang harus menjalani rapid test hingga swab tes,” ia melanjutkan.
Sosialisasi mengenai protokol kesehatan di bilik suara terus dilakukan semenjak tahapan pilkada dimulai. Ia berharap, masyarakat tidak khawatir untuk datang menggunakan hak pilih karena semua protokol kesehatan sudah disiapkan dengan maksimal.
“Target (partisipasi pemilih) 77,5 persen. Itu jumlah minimal yang ditetapkan. Tapi tentu untuk merealisasikannya tidak mudah. Makanya, sosialisasi mengenai protokol kesehatan terus kami lakukan agar masyarakat tidak merasa khawatir,” kata dia.
Di sisi lain, kesiapan logistik sudah hampir semua rampung. Surat suara hingga kotak suara ia klaim sudah terdistribusi, termasuk 11 barang protokol kesehatan semacam sarung tangan dan APD.
“Paling tinggal menunggu formulir untuk pemungutan dan penghitungan suara yang masih belum, masih dalam produksi. Sebentar lagi rampung,” pungkasnya.
-
NASIONAL24/03/2026 06:00 WIBUsai Libur Lebaran, Yaqut Kembali Masuk Rutan KPK
-
NASIONAL24/03/2026 02:00 WIBKRI Prabu Siliwangi-321 Tiba di Indonesia
-
JABODETABEK24/03/2026 16:00 WIBPeringati Hari MRT 2026, MRT Jakarta Terapkan Tarif Khusus Rp243
-
NUSANTARA24/03/2026 07:30 WIBHilang Kendali, Terios Masuk Jurang 100 Meter di Karangasem Bali
-
POLITIK24/03/2026 11:00 WIBWaspada! Pengamat Intelijen Ungkap Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros
-
OASE24/03/2026 05:59 WIBAlquran Jelaskan Penciptaan Langit dan Bumi dalam 6 Ayat
-
NUSANTARA24/03/2026 18:00 WIBLedakan Petasan Tewaskan Satu Korban di Pekalongan
-
RAGAM24/03/2026 01:00 WIBWonosobo Gelar Festival Balon Udara Panas

















