Berita
Pakar Hukum Refly Harun Nilai Pasal 160 untuk Jerat Rizieq Seolah-Olah Dipaksakan
AKTUALITAS.ID – Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menilai pasal 160 KUHP tentang Penghasutan yang disangkakan kepada Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab dinilai mengada-ada. “Jadi Pasal 160 yang ancamannya 6 tahun itu juga rasanya dari perspektif saya juga mengada-ada. Jadi proses yang terjadi pada Habib Rizieq ini seolah-oleh dipaksakan agar yang bersangkutan ditangkap, […]
AKTUALITAS.ID – Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menilai pasal 160 KUHP tentang Penghasutan yang disangkakan kepada Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab dinilai mengada-ada.
“Jadi Pasal 160 yang ancamannya 6 tahun itu juga rasanya dari perspektif saya juga mengada-ada. Jadi proses yang terjadi pada Habib Rizieq ini seolah-oleh dipaksakan agar yang bersangkutan ditangkap, ditahan,” ujar Refly dalam sebuah video yang diunggah pada kanal Youtube pribadinya, Minggu (13/12/2020).
Refly menjelaskan, pasal tersebut mensyaratkan adanya kaidah sebab akibat. Di mana seharusnya Rizieq baru bisa dikenakan pasal 160 KUHP itu jika kerumunan yang ditimbulkan berujung pada pidana. Namun, kata Refly kerumunan itu bukan sebuah bentuk pidana, melainkan hanya sebatas pelanggaran saja.
“Pasal 160 KUHP yang sudah ditentang juga oleh Abdul Ficar Hadjar (pakar hukum Universitas Trisakti) ahli hukum pidana, harusnya ya berlaku kualitasnya ada sebab ada akibatnya. Karena pasal itu berisi soal penghasutan dan orang yang terhasut kemudian melakukan tindak pidana. Kalau ini rasanya kan tindak pidananya tidak ada, yang ada adalah sekali lagi pelanggaran administratif, pelanggaran protokol kesehatan yang menurut Prof. Mahfud Md Menko Polhukam tidak bisa dipidana,” jelas Refly.
Lebih lagi, menurut Refly proses penangkapan terhadap Rizieq itu juga cenderung mempermalukan. Pasalnya saat digelandang ke Rutan Narkoba Polda Metro Jaya pada dini hari, Rizieq mengenakan rompi oranye serta tangan diborgol.
“Dan proses penahanannya itu ya sedikit mempermalukan juga karena pasti menggunakan rompi tahanan dan diborgol. Jadi hanya orang-orang yang jahat kalau orang kampung melihatnya yang ditahan diborgol. Tetapi ya terjadi, it’s happened terhadap seorang ulama. Ya terlepas kita tidak suka misalnya dengan Habib Rizieq yang penampilannya meledak-ledak, tetapi dia adalah seorang ulama yang tetap banyak pengikutnya,” ujar Refly.
Pakar hukum kelahiran Palembang itu mencium aroma politis dalam penangkapan Rizieq. “Tidak bisa dimungkiri ya, proses hukum terhadap Habib Rizieq ini penuh dengan nuansa politiknya, penuh dengan nuansa nonhukum yang harusnya tidak boleh dalam melakukan proses menegakkan hukum,” katanya.
Jika yang dilakukan pimpinan FPI menimbulkan pelanggaran karena terjadi kerumunan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi di Jakarta, menurut Refly pelanggaran yang terjadi bisa direkonsiliasikan.
-
NASIONAL28/08/2026 17:00 WIBKabur ke Singapura, Bos Planet Batam Yuwanky Akhirnya Dicokok Bareskrim
-
JABODETABEK28/08/2026 20:00 WIBAsyik Ngopi di Gang, Siswa SMA Diseret dan Dihajar Kelompok Diduga Ormas
-
POLITIK29/08/2026 10:00 WIBHaikal Hasan: Klarifikasi Budi Arie Tak Bisa Diterima
-
POLITIK28/08/2026 16:00 WIBNasaruddin Umar Bantah Isu Mundur Demi Rebut Kursi Ketua PBNU
-
NASIONAL28/08/2026 19:00 WIBEks KRI Ki Hajar Dewantara Dijual, DPR Minta Negara Jangan Rugi
-
RIAU28/08/2026 22:00 WIBPolisi Tangkap Pria Pembakar Lahan Sawit Gara-Gara Rokok
-
NUSANTARA28/08/2026 23:00 WIBKebakaran Gunung Arjuno Meluas
-
DUNIA29/08/2026 00:00 WIBRudal & Drone Iran Hancurkan Aset Intelijen AS