Berita
Jelang Pelantikan Biden, Trump Minta Warga Hindari Kekerasan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta seluruh warga Negeri Paman Sam, terutama pendukungnya, untuk “bersatu” dan menghindari kekerasan. Imbauan itu diutarakan Trump melalui sebuah video yang dirilis Gedung Putih pada Rabu (13/1) beberapa hari sebelum pelantikan presiden terpilih, Joe Biden, berlangsung. Video itu dibuat setelah muncul laporan Biro Investigasi Federal (FBI) yang mengindikasikan ancaman protes […]
Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta seluruh warga Negeri Paman Sam, terutama pendukungnya, untuk “bersatu” dan menghindari kekerasan.
Imbauan itu diutarakan Trump melalui sebuah video yang dirilis Gedung Putih pada Rabu (13/1) beberapa hari sebelum pelantikan presiden terpilih, Joe Biden, berlangsung.
Video itu dibuat setelah muncul laporan Biro Investigasi Federal (FBI) yang mengindikasikan ancaman protes bersenjata dari ekstremis dan simpatisan garis keras Trump di seluruh Gedung Perwakilan negara bagian AS, termasuk di Capitol Hill, Washington D.C.
Kerusuhan massa Trump pada 6 Januari lalu di Capitol Hill disebut hanya lah awal dari upaya pemberontakan sebagai bentuk penolakan atas hasil pemilu yang dianggap sang presiden dan pendukungnya curang.
Dalam video terbaru itu, Trump menyerukan “seluruh orang Amerika untuk menahan semangat dan bersatu sebagai satu bangsa Amerika.”
“Mari kita memilih untuk bergerak maju bersatu demi kebaikan keluarga kita,” kata Trump dalam video itu seperti dikutip AFP.
Trump juga mengatakan bahwa, “tidak pernah ada pembenaran untuk kekerasan. Tidak ada alasan, tidak ada pengecualian: Amerika adalah negara hukum.”
Ia bahkan mengutuk kerusuhan massa pendukungnya di Capitol Hill sebagai tindakan yang salah.
“Mereka yang terlibat dalam serangan pekan lalu akan diadili,” kata Trump.
Video tersebut merupakan momen pertama Trump di depan publik setelah Dewan Perwakilan AS sepakat melanjutkan proses pemakzulannya.
DPR AS menganggap Trump bertanggung jawab atas kerusuhan di Capitol Hill lantaran menghasut para pendukungnya untuk melakukan pemberontakan.
Namun, sejauh ini, Trump belum mengomentari proses pemakzulannya yang kedua itu.
-
PAPUA TENGAH26/03/2026 20:30 WIBIptu Yakobus Resmi Jabat Kasat Resnarkoba Polres Mimika
-
EKBIS26/03/2026 09:30 WIBRupiah Menguat ke Rp16.892 per Dolar AS Pagi Ini
-
NASIONAL26/03/2026 06:00 WIBDemokrat Tegaskan Anies Tak Diundang ke Halalbihalal SBY di Cikeas
-
FOTO26/03/2026 13:38 WIBFOTO: Penumpang Whoosh Meningkat 11 Persen di Libur Lebaran 2026
-
NUSANTARA26/03/2026 06:30 WIBBiadab! WNA China Diduga Diperkosa dan Dirampok Pria Misterius di Bali
-
NASIONAL26/03/2026 11:00 WIBKPK Bantah Pelanggaran dalam Pengalihan Tahanan Yaqut
-
NASIONAL26/03/2026 16:30 WIBKasus Andrie Yunus Harus Diselesaikan Lewat Peradilan Militer
-
OTOTEK26/03/2026 18:00 WIBSony dan Honda Angkat Tangan pada Proyek Mobil Listriknya

















