EKBIS
Rupiah Menguat ke Rp16.892 per Dolar AS Pagi Ini
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (26/3/2026). Rupiah tercatat berada di level Rp16.892 per dolar AS, menguat 0,04% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.911 per dolar AS.
Penguatan ini terjadi di tengah pergerakan mayoritas mata uang Asia yang justru mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 09.53 WIB, rupiah berada di kisaran Rp16.899 per dolar AS atau menguat sekitar 0,07%. Sementara data Refinitiv mencatat rupiah sempat dibuka lebih kuat di level Rp16.870 per dolar AS.
Pergerakan rupiah terbilang cukup solid dibandingkan mata uang regional. Hingga pagi ini, sejumlah mata uang Asia justru melemah.
Ringgit Malaysia tercatat menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam, turun hingga 0,5%. Disusul won Korea Selatan yang melemah 0,24%, serta baht Thailand dan peso Filipina yang masing-masing turun 0,16%.
Selain itu, yuan China terkoreksi 0,04%, dolar Singapura melemah tipis, dan yen Jepang juga bergerak negatif. Di sisi lain, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan, naik 0,24%.
Penguatan rupiah terjadi di tengah indeks dolar AS (DXY) yang masih berada dalam tren naik. Pada pukul 09.00 WIB, indeks dolar tercatat menguat tipis ke level 99,628.
Kuatnya dolar AS dipicu ketidakpastian global, terutama terkait konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa negaranya masih meninjau proposal perdamaian dari AS, namun belum berniat melakukan negosiasi langsung. Kondisi ini membuat pelaku pasar tetap berhati-hati.
Analis menilai pasar saat ini masih sangat sensitif terhadap perkembangan global. Investor cenderung menunggu kepastian apakah konflik akan mereda atau justru kembali memanas.
Selain itu, isu penutupan Selat Hormuz sebelumnya juga memicu kekhawatiran terhadap lonjakan harga energi dan inflasi global.
Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS, The Federal Reserve, akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama.
Meski menguat di awal perdagangan, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan dipengaruhi faktor eksternal, terutama dinamika dolar AS dan perkembangan geopolitik global.
Dengan tekanan dari dolar yang masih kuat, ruang penguatan rupiah dinilai tetap terbatas dalam jangka pendek. (Firmansyah/Mun)
-
RIAU20/08/2026 07:30 WIBKarhutla Riau Hantam Kawasan Harimau Sumatra
-
NASIONAL20/08/2026 10:00 WIBErna Sari Dewi Bongkar Rantai Lemah Keselamatan Kapal
-
NUSANTARA20/08/2026 08:30 WIBKotawaringin Barat Perpanjang Darurat Karhutla
-
EKBIS20/08/2026 09:30 WIBIHSG Menguat Tajam Kamis Pagi
-
NASIONAL20/08/2026 13:00 WIBDPR Desak Kemenkeu Cairkan Rp290 M untuk Atasi Karhutla Kalimantan
-
DUNIA20/08/2026 08:00 WIBMenteri Urusan Yerusalem Palestina Ditangkap Tentara Israel
-
EKBIS20/08/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Meledak Rp80 Ribu
-
DUNIA20/08/2026 12:00 WIBTrump Ancam Isolasi Total Negara yang Bantu Iran

















