OTOTEK
Persaingan Makin Gila, Influencer Terancam Kehilangan Cuan Besar
AKTUALITAS.ID – Industri kreator konten yang selama beberapa tahun terakhir identik dengan gaya hidup mewah dan penghasilan fantastis kini memasuki fase yang jauh lebih kompetitif. Ledakan jumlah influencer, perubahan algoritma platform, hingga kebijakan monetisasi yang semakin ketat membuat peluang meraih cuan besar tidak lagi semudah sebelumnya.
Di tengah perubahan tersebut, figur publik seperti Raffi Ahmad dinilai memiliki posisi yang lebih kuat karena tidak hanya mengandalkan pendapatan dari media sosial. Berbagai lini bisnis, investasi, kepemilikan merek, produksi konten, hingga kerja sama komersial menjadi penopang utama sumber penghasilannya.
Berbeda dengan sebagian besar kreator yang masih sangat bergantung pada monetisasi platform, Raffi Ahmad memiliki diversifikasi pendapatan yang membuatnya lebih tahan menghadapi perubahan industri.
Laporan Goldman Sachs pada 2023 memperkirakan sekitar 50 juta orang di dunia memperoleh penghasilan dari creator economy. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 80 juta orang pada pertengahan 2026.
Namun di balik pertumbuhan itu, persaingan semakin sengit. Semakin banyak kreator yang bermunculan, semakin besar pula perebutan perhatian audiens, kerja sama merek, dan pendapatan dari platform digital.
Data NeoReach menunjukkan hampir separuh kreator pada 2024 memperoleh pendapatan kurang dari US$15.000 per tahun. Pembaruan data industri pada 2025–2026 juga menunjukkan mayoritas kreator masih berada pada kelompok berpenghasilan relatif rendah, sementara hanya sebagian kecil yang mampu menikmati pendapatan sangat besar.
Fenomena tersebut juga terlihat di Amerika Serikat. The Wall Street Journal mengangkat kisah kreator Clint Brantley yang memiliki lebih dari 400 ribu pengikut, tetapi pendapatan tahunannya disebut masih berada di bawah rata-rata gaji pekerja penuh waktu di Amerika Serikat dan bersifat fluktuatif dari bulan ke bulan.
Platform Makin Ketat, Monetisasi Tak Lagi Mudah
Perubahan kebijakan platform menjadi salah satu faktor utama yang menekan pendapatan kreator.
TikTok kini menerapkan persyaratan monetisasi yang lebih ketat melalui program baru, termasuk syarat minimal 10.000 pengikut, 100.000 tayangan dalam 30 hari, serta durasi video lebih dari satu menit.
Di sisi lain, kreator Ben-Hyun disebut mengalami penurunan pendapatan meski jumlah penayangannya tetap tinggi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tingginya jumlah views tidak lagi otomatis menghasilkan pendapatan besar.
Sementara itu, YouTube tetap menerapkan persyaratan monetisasi yang kompetitif, terutama pada konten Shorts. Instagram juga mengubah sistem bonus Reels yang kini lebih bergantung pada performa konten dibanding sekadar jumlah tayangan.
Kreator Indonesia Ikut Merasakan Dampaknya
Perubahan tersebut mulai terasa di Indonesia. Walaupun industri influencer marketing masih tumbuh, laju pertumbuhannya tidak secepat beberapa tahun lalu.
Di tengah jutaan kreator aktif, hanya sebagian kecil yang mampu menghasilkan pendapatan sangat besar setiap bulan. Mayoritas kreator harus mengombinasikan berbagai sumber pemasukan seperti kerja sama komersial, program afiliasi, penjualan produk, hingga membangun bisnis sendiri.
Kondisi ini menunjukkan bahwa viral saja tidak lagi cukup. Kreator yang mampu bertahan adalah mereka yang berhasil membangun merek pribadi, memperluas sumber pendapatan, serta cepat beradaptasi terhadap perubahan algoritma dan dinamika industri digital.
Bagi figur seperti Raffi Ahmad, kekuatan utamanya bukan hanya popularitas di media sosial, melainkan ekosistem bisnis yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Sementara bagi sebagian besar kreator lain, perubahan aturan platform menjadi pengingat bahwa karier di dunia digital memerlukan strategi jangka panjang, bukan sekadar mengejar viralitas. (Firman/Mun)
-
RIAU30/06/2026 20:45 WIBMTQ Riau 2026, Kafilah Bengkalis Raih Dua Gelar Juara Sekaligus
-
NUSANTARA30/06/2026 13:30 WIBJangan Nekat! Jalur Pendakian Merapi Masih Ditutup Total
-
FOTO30/06/2026 19:30 WIBFOTO: Dukungan Terdakwa Nadiem Makarim dari Driver Gojek
-
POLITIK30/06/2026 16:00 WIBPengamat: Rivalitas Jokowi dan PDIP Kian Terbuka Jelang 2029
-
FOTO30/06/2026 20:20 WIBFOTO: Ketum PP Diperiksa KPK Terkait TPPU Pertambangan
-
POLITIK30/06/2026 17:15 WIBSafari Politik Jokowi Dinilai Langkah Taktis untuk Besarkan PSI
-
NUSANTARA30/06/2026 12:51 WIBKepala Dishub Lubuk Linggau Bantah Tuduhan Parkir Dikuasai Keluarga Wali Kota, Siap Tempuh Hukum
-
EKBIS30/06/2026 17:40 WIBLaba Naik 41 Persen, Dwi Shri Farmindo Tbk Tahan Dividen Demi Ekspansi Bisnis
















