Connect with us

RAGAM

Tak Punya Drum? Marissa Sutanto Sarankan Gunakan Panci Dapur

Aktualitas.id -

Marissa Sutanto memperagakan permainan drum panci menggunakan centong kayu dalam acara komunitas musik.
Konten kreator sekaligus pemain drum panci Marissa Sutanto saat bermain di acara Main Drum Bareng Vol.6 di One Satrio, Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2026).

AKTUALITAS.ID – Konten kreator sekaligus pemain drum panci Marissa Sutanto mengajak generasi muda untuk mulai belajar musik tanpa harus menunggu memiliki alat yang mahal. Karena, peralatan dapur seperti panci dan centong dapat menjadi alternatif untuk mengenal ritme dan teknik dasar permainan drum.

Melalui berbagai konten yang dibuatnya, ia ingin menunjukkan keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk berhenti berkarya.

“Kalau teman-teman mau belajar drum, mau senang main drum tapi nggak punya alat, kalian harus coba panci,” kata Marissa.

Menurut dia, setiap panci memiliki karakter suara berbeda yang dapat menghasilkan variasi ritme menarik. Perbedaan tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri saat dimainkan bersama musik.

“Beda panci beda suara. Nyaringnya itu enak banget dan bisa nyatu sama drum,” ujarnya.

Marissa menilai penggunaan benda sederhana sebagai instrumen musik dapat membantu masyarakat mengembangkan kreativitas. Selain mudah ditemukan, biaya yang dibutuhkan juga sangat terjangkau dibanding membeli perangkat drum lengkap.

Meski demikian, ia mengingatkan permainan drum panci tetap membutuhkan pemahaman dasar mengenai ritme dan teknik perkusi. Karena itu, pemain sebaiknya mempelajari dasar-dasar drum terlebih dahulu sebelum melakukan eksplorasi lebih jauh.

“Harus bisa drum dulu sih. Karena main drum pakai panci ini skill-nya lumayan dan lebih banyak dipakai untuk menciptakan efek tertentu,” katanya.

Marissa juga membagikan tips bagi pemula yang ingin mencoba. Ia menyarankan penggunaan centong kayu sebagai alat pukul karena menghasilkan suara yang lebih baik dan tidak merusak peralatan dapur.

“Jangan pakai stik drum juga. Suaranya nggak bakal enak dan panci kalian nggak akan bertahan lama,” ujarnya.

Bahkan, ia merekomendasikan centong dapur sederhana yang harganya terjangkau dan mudah ditemukan di pasaran.

“Kalian harus pakai centong harga Rp5 ribuan. Murah, tapi suaranya enak,” kata Marissa sambil tertawa.

Lebih jauh, Marissa berharap pendekatan sederhana seperti drum panci dapat membuat masyarakat lebih dekat dengan musik. Ia meyakini kreativitas sering kali lahir dari kemampuan melihat peluang pada benda yang ada di sekitar.

Melalui berbagai eksperimen tersebut, ia ingin menginspirasi generasi muda agar berani mencoba hal baru dan menemukan cara unik untuk mengekspresikan diri melalui musik.

“Semangat berkarya dan kemauan belajar jauh lebih penting dibanding keterbatasan alat yang dimiliki seseorang,” tandasnya. (qq)

TRENDING