Connect with us

RAGAM

Dari Dapur ke Panggung, Marissa Sutanto Populerkan Drum Panci

Aktualitas.id -

Marissa Sutanto memperagakan permainan drum panci menggunakan centong kayu dalam acara komunitas musik.
Konten kreator sekaligus pemain drum panci Marissa Sutanto saat bermain di acara Main Drum Bareng Vol.6 di One Satrio, Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2026).

AKTUALITAS.ID – Kreativitas dalam bermusik tidak selalu lahir dari peralatan mahal. Konten kreator sekaligus pemain drum panci, Marissa Sutanto, membuktikan benda sederhana yang biasa digunakan untuk memasak dapat berubah menjadi instrumen musik yang menarik perhatian publik.

Marissa mengawali eksperimennya pada masa pandemi Covid-19 ketika aktivitas masyarakat dibatasi dan sebagian besar waktu dihabiskan di rumah. Kondisi tersebut membuatnya mencari cara untuk tetap berkarya meski tidak memiliki perangkat drum.

“Awalnya cuma sekadar bikin konten karena di rumah nggak punya drum. Waktu itu zaman pandemi, bosan juga di rumah doang nggak ngapa-ngapain,” kata Marissa saat ditemui di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Dari berbagai benda yang tersedia di rumah, ia memilih panci dan peralatan dapur lain sebagai media bereksperimen. Hasilnya di luar dugaan. Setiap panci menghasilkan karakter suara berbeda sehingga mampu menciptakan variasi ritme yang unik.

BACA JUGA  Konten Ramadan di Medsos Kian Populer, Ini 8 Ide Kreatif yang Bisa Dicoba

“Di dapur dicobain, ternyata enak dipakai. Jadi musiknya berawal dari situ,” ujarnya.

Seiring waktu, konten musik menggunakan panci yang diunggah Marissa mendapat respons positif dari publik. Banyak orang tertarik melihat bagaimana alat masak dapat menghasilkan bunyi yang menyerupai instrumen perkusi profesional.

Menurut Marissa, masih banyak masyarakat yang belum menyadari setiap panci memiliki karakter akustik tersendiri. Perbedaan bahan, ukuran, dan bentuk membuat bunyi yang dihasilkan menjadi beragam.

“Suara yang keluar dari panci itu bisa variatif banget. Ke depannya prospeknya bisa berkembang jauh dan barangkali bisa jadi salah satu alat perkusi,” katanya.

Ia menilai eksplorasi suara dari benda sehari-hari membuka peluang baru dalam dunia musik. Selain mudah ditemukan, panci juga dapat menjadi media pembelajaran ritme bagi masyarakat yang belum memiliki akses terhadap alat musik konvensional.

BACA JUGA  Sore Ini, Main Drum Bareng Vol. 6 Siap Guncang Jakarta Selatan

Fenomena drum panci juga memperlihatkan bagaimana kreativitas mampu tumbuh dari keterbatasan. Bagi Marissa, inspirasi tidak selalu datang dari studio musik atau perangkat mahal, melainkan bisa muncul dari benda yang berada di sekitar kehidupan sehari-hari.

Melalui konten yang dibuatnya, ia berharap semakin banyak orang berani bereksperimen dan melihat potensi kreatif dari berbagai benda sederhana.

“Kreativitas itu harus terus dieksplorasi. Kadang inspirasi justru datang dari benda yang ada di sekitar kita,” ujar Marissa.

Apa yang dilakukan Marissa menunjukkan musik tidak hanya soal instrumen, melainkan juga kemampuan menemukan kemungkinan baru dari benda yang selama ini dianggap biasa.

Dari dapur rumah, ia berhasil membawa panci ke panggung pertunjukan dan menjadikannya sarana ekspresi seni yang unik. (qq)

TRENDING