Connect with us

DUNIA

Skandal Besar! Netanyahu Disebut Tutup Mata Sebelum Serangan 7 Oktober

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Kemarahan publik Israel terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kembali memuncak. Ribuan warga turun ke jalan dan menggelar demonstrasi di Tel Aviv setelah muncul laporan yang menyebut Netanyahu mengabaikan sejumlah peringatan menjelang serangan besar Hamas pada 7 Oktober 2023.

Aksi protes berlangsung di Lapangan Habima, Tel Aviv, Minggu (27/9/2026). Massa mempertanyakan bagaimana serangan yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan lebih dari 200 orang disandera itu bisa terjadi meski disebut telah ada sinyal peringatan sebelumnya.

Kemarahan warga semakin besar setelah sejumlah media internasional melaporkan adanya informasi intelijen yang diduga telah disampaikan kepada pemerintah Israel sebelum serangan berlangsung.

Salah satu suara paling keras datang dari Einav Zangauker, ibu dari mantan sandera Hamas, Matan Zangauker. Ia menuding pemerintah terus menghindari tanggung jawab.

BACA JUGA  Buntut Kejahatan Perang Gaza, 8 Negara Nyatakan Siap Tangkap PM Israel Benjamin Netanyahu

“Peringatan demi peringatan diberikan, tetapi kami selalu mendengar jawaban yang sama: ‘Saya tidak tahu’,” ujar Einav dalam aksi demonstrasi.

Laporan surat kabar Haaretz dan New York Times menyebut Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan atau MbZ pernah memperingatkan Netanyahu terkait kemungkinan operasi besar Hamas sebelum pecahnya serangan 7 Oktober.

Namun menurut laporan tersebut, informasi yang disampaikan itu disebut tidak pernah diteruskan kepada para pemimpin lembaga keamanan Israel.

Tak hanya dari Uni Emirat Arab, laporan lain juga menyebut Mesir telah memberikan sinyal mengenai kemungkinan adanya persiapan serangan besar yang dilakukan kelompok milisi Palestina.

Meski demikian, kantor Netanyahu membantah tuduhan tersebut. Pemerintah Israel menegaskan tidak pernah menerima peringatan spesifik dari Uni Emirat Arab maupun Mesir mengenai rencana serangan Hamas.

BACA JUGA  Meski Risiko Tinggi Keselamatan Sandera, Kabinet Israel Setujui Rencana Pencaplokan Kota Gaza

Kontroversi semakin membesar setelah Haaretz melaporkan Netanyahu diduga berupaya mengalihkan tanggung jawab atas kegagalan keamanan kepada militer dan badan intelijen Israel.

Di saat yang sama, Netanyahu dan sekutunya juga dituding menghambat pembentukan komisi penyelidikan independen yang diminta sejumlah anggota parlemen untuk mengusut kegagalan keamanan menjelang tragedi 7 Oktober.

Tekanan politik kini terus menggunung. Keluarga korban, mantan sandera, serta kelompok masyarakat sipil menuntut pengungkapan fakta secara menyeluruh mengenai siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas salah satu kegagalan keamanan terbesar dalam sejarah modern Israel.

Dengan kemarahan publik yang terus membesar dan tuntutan penyelidikan yang tak kunjung surut, posisi Netanyahu kembali berada di bawah sorotan tajam, sementara bayang-bayang tragedi 7 Oktober masih menghantui politik dan keamanan Israel hingga hari ini. (Mun)

BACA JUGA  Netanyahu Tunda RUU Aneksasi Tepi Barat Usai Ditekan Trump dan Dunia Arab

TRENDING