DUNIA
Netanyahu Tolak Tuduhan Genosida di Gaza
AKTUALITAS.ID – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan pernyataan provokatif yang memanaskan Sidang Majelis Umum PBB di New York, Kamis (24/9/2026) waktu setempat. Di hadapan komunitas internasional, Netanyahu secara blak-blakan menepis tuduhan genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza dan melabelinya sebagai “kebohongan terbesar pada abad ini”.
Pidato tersebut diwarnai aksi boikot besar-besaran. Saat Netanyahu berjalan menuju podium, puluhan delegasi dari berbagai negara, termasuk Indonesia, serentak melakukan aksi walkout dan meninggalkan aula. Riuh cemoohan dan sorak-sorai mengiringi langkahnya.
Merespons aksi protes tersebut, Netanyahu justru melontarkan cibiran tajam dari atas podium.
“Jika ada pengecut moral lain yang belum meninggalkan aula ini, silakan lakukan sekarang,” cetus Netanyahu.
Selain membahas Gaza, Netanyahu menggunakan panggung PBB untuk melegitimasi perang melawan Iran. Ia menyebut keputusan menyerang Iran sebagai salah satu langkah termudah yang pernah ia ambil. Netanyahu bahkan mengklaim bahwa para delegasi yang kabur dari aula sebenarnya diam-diam berutang budi pada Israel.
“Dalam membela diri, Israel juga membela banyak negara yang delegasinya baru saja meninggalkan aula ini. Bahkan, saya ingin Anda tahu banyak pemimpin mereka secara pribadi berterima kasih kepada kami karena telah menghancurkan senjata nuklir Iran,” klaim Netanyahu, seperti dikutip dari Asia One, Jumat (25/9/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Netanyahu menyampaikan apresiasi khusus kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas langkah agresi militernya terhadap Iran. Meski peperangan tersebut memicu kekacauan ekonomi global tanpa hasil kemenangan yang absolut, Netanyahu bersikeras bahwa invasi tersebut adalah langkah yang mutlak diperlukan.
Terkait serangan di Gaza, ia kembali merujuk pada peristiwa 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang di pihak Israel sebagai justifikasi utama. Menurutnya, Israel tidak memiliki opsi lain selain menghancurkan Hamas.
“Ini sama dengan 40.000 warga Amerika yang tidak bersalah dibantai dalam waktu kurang dari 24 jam,” belanya.
Sikap konfrontatif Netanyahu di markas besar PBB ini menjadi ironi tajam di mata hukum internasional. Pasalnya, sejak November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah resmi menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap dirinya atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan. (Mun)
-
JABODETABEK25/09/2026 23:00 WIBGeger! Siswa Kelas VII Diduga Jadi Korban Kekerasan
-
NASIONAL25/09/2026 17:00 WIBDaniel Johan: Petani Adalah Penjaga Pangan Bangsa
-
RAGAM25/09/2026 22:00 WIBTNI AU Bidik 3 Pesawat Tanker Raksasa A330 MRTT
-
NASIONAL25/09/2026 20:00 WIBDaftar Napi VIP Penghuni Lapas Cibinong Terungkap
-
POLITIK25/09/2026 19:35 WIBBawaslu Berharap Gagasan Mahasiswa dalam Debat Bisa Perkuat Literasi Pemilu
-
JABODETABEK26/09/2026 05:30 WIBBMKG: Jaksel dan Jaktim Bakal Diguyur Hujan Sabtu Ini
-
OASE26/09/2026 05:00 WIB7 Nama Rahasia Cahaya Muhammad di Tujuh Lapis Langit Ketuhanan
-
NASIONAL26/09/2026 06:00 WIBSurat ‘Bodong’ Jegal Calon BPK, Komisi XI DPR Diseret ke MKD

















