NUSANTARA
Samudera Hindia Selatan Jawa Terancam Gelombang 4 Meter
AKTUALITAS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia untuk periode 30 Juni hingga 3 Juli 2026. Gelombang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter di beberapa kawasan, sehingga masyarakat yang beraktivitas di laut diminta meningkatkan kewaspadaan.
BMKG mengingatkan bahwa kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran, terutama bagi nelayan, kapal nelayan, kapal tongkang, kapal feri, hingga kapal berukuran kecil yang beroperasi di wilayah terdampak.
Berdasarkan analisis BMKG, pola angin di Indonesia bagian utara umumnya bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10–20 knot, sedangkan di wilayah selatan bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan mencapai 10–25 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di beberapa perairan strategis, yakni Samudera Hindia selatan Banten, Samudera Pasifik utara Maluku, Laut Maluku, dan Laut Arafuru. Kondisi tersebut memicu terbentuknya gelombang yang lebih tinggi di sejumlah kawasan laut Indonesia.
BMKG memprakirakan gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Laut Natuna Utara, Selat Malaka bagian utara, Selat Karimata bagian utara, Selat Makassar bagian tengah, Laut Sulawesi bagian barat, Laut Arafuru, serta Samudera Pasifik di wilayah utara Papua, Papua Barat, dan Maluku.
Sementara itu, gelombang yang lebih tinggi, yakni 2,5 hingga 4 meter, diprediksi terjadi di perairan Samudera Hindia barat Aceh, Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Lampung, hingga seluruh perairan Samudera Hindia di selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko bagi aktivitas pelayaran maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir. BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, wisatawan, dan masyarakat untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca laut sebelum melakukan perjalanan atau aktivitas di perairan.
Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG dan menyesuaikan rencana pelayaran dengan kondisi cuaca terkini demi mengurangi risiko kecelakaan di laut.
BMKG akan terus memperbarui informasi cuaca maritim sesuai perkembangan kondisi atmosfer dan mengimbau seluruh pihak untuk mengikuti informasi resmi sebelum melakukan aktivitas di wilayah perairan Indonesia. (Kusuma/Mun)
-
NUSANTARA16/08/2026 19:00 WIBKorban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 51
-
EKBIS16/08/2026 13:00 WIBPromo Merdeka! BBM Pertamina Diskon Rp450/Liter
-
DUNIA16/08/2026 18:00 WIBChina Mulai Tekan AS di Pasar Chip Memori
-
NASIONAL16/08/2026 11:00 WIBBenda Militer Jatuh Hantam Mobil Warga, TNI AU Minta Maaf dan Langsung Tanggung Jawab
-
DUNIA16/08/2026 12:00 WIBBlackout Serempak Guncang 4 Negara
-
NASIONAL16/08/2026 09:00 WIBSosok Susanah yang Dipanggil di Pidato Negara Ternyata Bukan Buruh Pengupas Bawang
-
NASIONAL16/08/2026 10:00 WIBNasDem: Perbaiki SDM & Anggaran MBG
-
DUNIA16/08/2026 08:00 WIBIran Tegaskan AS sudah Kalah Strategis

















