NUSANTARA
BMKG Gelombang 2.5 Meter di Selatan Jawa
AKTUALITAS.ID – Masyarakat pesisir, nelayan, operator kapal, hingga wisatawan yang beraktivitas di kawasan laut selatan Jawa dan Bali diminta meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku selama empat hari, mulai 15 hingga 18 Juni 2026.
Peringatan ini muncul setelah BMKG mendeteksi penguatan pola angin di sejumlah wilayah perairan Indonesia yang berpotensi memicu kenaikan tinggi gelombang laut.
Wilayah yang menjadi perhatian utama adalah Samudra Hindia di sepanjang selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur hingga Bali. Di kawasan ini, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
Kondisi tersebut dinilai cukup berisiko bagi aktivitas pelayaran, penangkapan ikan, hingga wisata bahari yang banyak dilakukan di wilayah pesisir selatan.
BMKG menjelaskan bahwa angin di wilayah selatan Indonesia bergerak dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan mencapai 25 knot. Sementara di wilayah utara Indonesia, angin bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan lebih rendah.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Banda dan Laut Arafuru. Kombinasi angin kencang dan kondisi atmosfer tersebut memicu terbentuknya gelombang yang lebih tinggi di sejumlah perairan strategis Indonesia.
Tak hanya selatan Jawa dan Bali, potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter juga diperkirakan terjadi di Samudra Hindia barat Aceh, Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Lampung, hingga perairan selatan Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Selain itu, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar bagian selatan, Laut Flores, Laut Banda, Laut Seram, hingga sebagian besar wilayah Laut Arafuru juga masuk dalam daftar daerah yang berpotensi mengalami peningkatan gelombang.
BMKG mengingatkan bahwa kondisi laut yang tampak tenang dari bibir pantai belum tentu aman di area perairan terbuka. Karena itu, seluruh pihak yang memiliki aktivitas di laut diminta selalu memperbarui informasi cuaca maritim sebelum berlayar.
Operator kapal penyeberangan, nelayan tradisional, pemilik kapal wisata, hingga pengunjung pantai diimbau tidak mengabaikan peringatan ini. Keselamatan pelayaran dan aktivitas di wilayah pesisir harus menjadi prioritas utama selama periode cuaca laut yang dinamis.
BMKG juga menegaskan bahwa kondisi cuaca dan gelombang laut dapat berubah dengan cepat. Oleh sebab itu, pemantauan informasi resmi secara berkala menjadi langkah penting untuk mengantisipasi risiko yang tidak diinginkan.
Empat hari ke depan menjadi periode yang perlu dicermati. Bagi masyarakat yang beraktivitas di laut maupun kawasan pantai selatan, kewaspadaan ekstra dapat menjadi faktor penting untuk menghindari potensi bahaya akibat gelombang tinggi. (Kusuma/Mun)
-
RIAU16/09/2026 18:32 WIB68 Kg Sabu Lenyap Jadi Abu, Bupati Kasmarni: Setiap Gram Narkoba Mengancam Masa Depan
-
DUNIA16/09/2026 12:00 WIBAS Tekor Rp670 T Gempur Iran
-
RIAU16/09/2026 13:00 WIBSIM Bekas Disulap Jadi SIM Palsu, Polisi Bongkar Jaringan di Siak dan Pekanbaru
-
NUSANTARA16/09/2026 12:30 WIBHari Ke-9, SAR Kepung Tenggara Anak Krakatau
-
NASIONAL16/09/2026 19:30 WIBRocky Gerung: Polwan Punya Peran Penting Redam Konflik di Masyarakat
-
EKBIS16/09/2026 16:00 WIBDefiyan: RUU Migas Harus Tunduk pada Pasal 33
-
NASIONAL16/09/2026 20:51 WIBKPU Pilih Optimalkan Anggaran 2027, Pengamat: Bentuk Disiplin Efesiensi
-
POLITIK16/09/2026 17:00 WIBDede Yusuf Bocorkan Threshold 4–5 Persen

















