EKBIS
Rupiah Jeblok ke Rp17.954 per Dolar
AKTUALITAS.ID – Tekanan terhadap rupiah kembali memanas. Pada pembukaan perdagangan Rabu (24/6/2026), mata uang Garuda terperosok tajam hingga mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS), sekaligus menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan paling dalam di kawasan Asia.
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.56 WIB, rupiah berada di level Rp17.954 per dolar AS, melemah 95 poin atau 0,53 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.859 per dolar AS.
Sementara itu, data Yahoo Finance juga menunjukkan tekanan yang nyaris serupa. Rupiah diperdagangkan di level Rp17.955 per dolar AS, turun 92 poin atau 0,52 persen dari posisi sehari sebelumnya.
Data lain menunjukkan pelemahan rupiah sempat berada di level Rp17.931 per dolar AS, atau turun 72 poin (0,40 persen) dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Yang lebih mengkhawatirkan, rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terbesar di Asia pada perdagangan pagi ini.
Rupiah tercatat melemah sekitar 0,58 persen, mengungguli pelemahan baht Thailand yang turun 0,43 persen, peso Filipina 0,36 persen, won Korea Selatan 0,18 persen, ringgit Malaysia 0,10 persen, dolar Taiwan 0,10 persen, hingga dolar Singapura 0,03 persen terhadap dolar AS.
Di sisi lain, hanya beberapa mata uang Asia yang masih mampu bertahan di zona hijau. Yuan China menguat 0,01 persen, yen Jepang naik tipis sekitar 0,006 persen, sedangkan dolar Hong Kong bergerak nyaris datar dengan kenaikan sekitar 0,004 persen.
Kondisi tersebut terjadi seiring masih kuatnya posisi dolar AS di pasar global. Indeks dolar (DXY) tercatat berada di kisaran 101,41, sedikit lebih tinggi dibandingkan posisi sehari sebelumnya di 101,40, menandakan mata uang Negeri Paman Sam masih menjadi pilihan utama investor global.
Tekanan tidak hanya terjadi di kawasan Asia. Sejumlah mata uang negara maju juga bergerak melemah. Euro turun 0,05 persen, poundsterling Inggris terkoreksi 0,01 persen, dan franc Swiss melemah 0,01 persen. Sementara itu, dolar Kanada menjadi salah satu yang mampu menguat tipis sebesar 0,02 persen.
Melemahnya rupiah hingga mendekati level Rp18.000 per dolar AS menjadi sinyal bahwa volatilitas pasar keuangan masih tinggi. Pelaku pasar kini mencermati perkembangan ekonomi global, arah kebijakan moneter bank sentral utama dunia, serta potensi arus modal asing yang dapat menentukan arah pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan.
Meski pelemahan rupiah sejalan dengan tekanan yang juga dialami sejumlah mata uang global, posisi rupiah sebagai mata uang dengan penurunan terdalam di Asia pada perdagangan pagi ini menjadi perhatian serius bagi pelaku pasar karena berpotensi meningkatkan biaya impor, menekan inflasi, serta memengaruhi sentimen investor terhadap aset-aset domestik. (Firman/Mun)
-
JABODETABEK11/08/2026 06:30 WIBSIM Keliling Operasi 08.00–14.00 WIB
-
POLITIK11/08/2026 06:00 WIBWacana Pilkada Tunggal Dinilai Cuma Celah Bagi-Bagi Jabatan Baru
-
JABODETABEK11/08/2026 08:30 WIBKAI Tangkap Pelaku Pemotongan Kabel Kereta
-
OASE11/08/2026 05:00 WIBIni Ayat-Ayat Al-Qur’an yang Mengingatkan Bahaya Kikir
-
JABODETABEK11/08/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Hari Ini Cerah Total
-
POLITIK11/08/2026 13:00 WIBSBY Absen Sidang MPR, Demokrat Pastikan Kesehatan Jadi Prioritas
-
DUNIA11/08/2026 08:00 WIBTokoh Sayap Kanan India Ditangkap Gegara Komentar Pemerkosaan
-
NUSANTARA11/08/2026 14:00 WIBApi Makin Merambat, 899 Hektare Bromo Terbakar

















