DUNIA
7 Orang Didakwa Bunuh Capres Ekuador
AKTUALITAS.ID – Tabir gelap skenario berdarah di balik pembunuhan calon presiden Ekuador, Fernando Villavicencio, mulai terkuak terang. Kejaksaan Agung Ekuador resmi mendakwa tujuh nama baru – termasuk mantan menteri dan gembong kriminal – atas tuduhan merencanakan dan mendanai aksi pembunuhan sadis tersebut.
Para terdakwa diseret ke meja hijau usai penyidik menemukan bukti kuat keterlibatan mereka sebagai otak intelektual di balik penembakan Villavicencio seusai acara kampanye di Quito.
“Kejaksaan mendakwa tujuh terdakwa sebagai pelaku tidak langsung atas dugaan partisipasi mereka dalam kejahatan pembunuhan,” tegas perwakilan Kejaksaan Agung Ekuador, Sabtu (8/8/2026).
Daftar nama yang terseret dalam dakwaan terbaru ini menyasar jajaran elite hingga kelompok underworld. Di antaranya mantan Menteri Dalam Negeri Jose Serrano, mantan legislator Ronny Aleaga, pengusaha kaya Xavier Jordan, serta empat pentolan geng kriminal ganas Los Lobos.
Jaksa membeberkan konspirasi busuk para pelaku. Xavier Jordan yang menetap di Amerika Serikat dituduh menjadi penyokong dana utama, sementara eks Mendagri Jose Serrano diduga membocorkan informasi intelijen terkait posisi keberadaan sang capres.
Tak main-main, tokoh geng Los Lobos, Wilmer Chavarria alias Pipo, diduga mengeksekusi rencana pembunuhan tersebut setelah tergiur imbalan fantastis senilai 1 juta dolar AS (sekitar Rp17,74 miliar).
Villavicencio sendiri merupakan mantan jurnalis investigasi yang gigih membongkar skandal korupsi sebelum akhirnya tewas diterjang timah panas pada Agustus 2023.
Pengusutan kasus ini sempat diwarnai kejanggalan setelah sejumlah tersangka tewas secara misterius di dalam penjara. Meski dua eksekutor utama telah divonis hukuman mati bersyarat hingga 34 tahun penjara, Kejaksaan Ekuador berjanji tidak akan berhenti sampai seluruh dalang utama pembunuhan ini membusuk di penjara. (Mun)
-
RAGAM15/09/2026 23:00 WIBBNPB: 112 Daerah Rawan, 2.150 Desa Masuk Zona Bahaya
-
OASE16/09/2026 05:00 WIBTernyata Ini Alasan Alam Gaib Disembunyikan dari Manusia
-
NASIONAL16/09/2026 09:00 WIBDPR Dorong BRAN Jadi Pengendali Konflik Tanah
-
RIAU16/09/2026 07:30 WIBPekanbaru Tersedak Asap PM2.5 143,4
-
RIAU16/09/2026 08:30 WIBNoki Loviko: Jangan Tunggu Anak Jadi Korban Narkoba
-
NASIONAL16/09/2026 10:00 WIBSarifah: Jangan Sampai Korban Siber Malah Terjerat
-
NASIONAL16/09/2026 11:00 WIBFelly: Jangan Bicara Stunting Kalau Air Bersih Saja Belum Bisa
-
NUSANTARA15/09/2026 23:00 WIBKotim Perpanjang Darurat Karhutla hingga 30 September

















