DUNIA
Ogah Tunduk pada AS! Presiden Iran Lempar Pilihan Pamungkas ke Trump
AKTUALITAS.ID – Presiden Iran Masoud Pezeshkian melemparkan ultimatum tajam kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tengah berlangsungnya Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Pezeshkian menegaskan bahwa bola panas kini berada di tangan Washington untuk menentukan apakah perang akan diakhiri atau terus berlanjut.
Dalam pidatonya pada Rabu (23/9/2026) waktu setempat, Pezeshkian mendeklarasikan bahwa Teheran tidak akan pernah bertekuk lutut di hadapan hegemoni Amerika Serikat. Namun, ia juga menegaskan bahwa Iran pada dasarnya tidak memiliki keinginan untuk memperpanjang konflik bersenjata.
Sikap tegas ini kembali digaungkan Pezeshkian melalui wawancara eksklusif bersama Fox News yang ditayangkan pada Kamis (24/9/2026). Ia secara spesifik menunjuk Israel sebagai pihak yang memicu eskalasi.
“Ketika kita bisa menyelesaikan masalah melalui dialog, kita seharusnya tidak saling membunuh. Namun, akibat penghasutan yang dilakukan Israel, mereka memaksakan perang ini kepada kita,” ungkap Pezeshkian. “Kami tidak ingin melanjutkannya. Amerika-lah yang harus memilih apakah mereka ingin mengakhirinya atau tidak.”
Pezeshkian juga menyoroti inkonsistensi AS terkait nota kesepahaman (MoU) penghentian perang secara permanen yang sempat disepakati oleh kedua negara pada Juni lalu. Ia mempertanyakan motif Washington yang membatalkan kesepakatan tersebut hanya dalam waktu dua minggu setelah penandatanganan.
Meski demikian, Pezeshkian menyatakan Iran tetap terbuka untuk mencapai kesepakatan baru dengan pemerintahan Trump, selama hal itu berada di dalam kerangka hukum internasional. Ia bahkan menegaskan bahwa dinamika politik domestik AS, termasuk siklus pemilihan umum, tidak akan mengubah pendirian Teheran.
Pernyataan keras Pezeshkian ini muncul bertepatan dengan konfirmasi Trump mengenai adanya negosiasi baru antara AS dan Iran di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dilaporkan telah menggelar pertemuan tertutup dengan Utusan Khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, serta penasihat senior Jared Kushner. Meski komunikasi tingkat tinggi ini telah berjalan, belum ada terobosan konkret yang dihasilkan dari meja perundingan tersebut. (Mun)
-
EKBIS25/09/2026 09:30 WIBIHSG Hijau di Awal Dagang
-
DUNIA25/09/2026 12:00 WIBIndonesia Walk Out! Netanyahu Sebut “Pengecut Moral”
-
OTOTEK25/09/2026 13:30 WIBBegini Cara Pakai 1 Nomor WhatsApp di 2 HP Sekaligus Tanpa Logout
-
EKBIS25/09/2026 10:00 WIBJebol! Rupiah Nyaris Sentuh Rp18.000 Per Dolar
-
POLITIK25/09/2026 11:00 WIBDasco Perintahkan Komisi III Sidak Lapas Cibinong
-
POLITIK25/09/2026 10:00 WIBTiket Capres Dirombak? PAN Warning Keras Golkar Soal Putusan MK
-
NASIONAL25/09/2026 14:00 WIBEks Staf Yaqut Bongkar Setoran 1 Juta Dolar AS ke Nusron Wahid
-
JABODETABEK25/09/2026 23:00 WIBGeger! Siswa Kelas VII Diduga Jadi Korban Kekerasan

















