EKBIS
Selat Hormuz Lancar, Harga Minyak Dunia Turun
AKTUALITAS.ID – Harga minyak dunia kembali kehilangan tenaga. Perdagangan Rabu (24/6/2026) dibuka dengan penurunan lanjutan setelah pasar mulai yakin ketegangan geopolitik di Timur Tengah mereda dan jalur distribusi minyak melalui Selat Hormuz perlahan kembali normal.
Sentimen yang sebelumnya mendorong lonjakan harga akibat konflik Iran kini berbalik arah. Investor mulai melepas kontrak minyak karena memperkirakan pasokan global akan kembali membanjiri pasar.
Mengutip Reuters dan Investing.com, harga minyak mentah Brent turun 37 sen atau 0,5 persen menjadi US$76,71 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 36 sen atau 0,5 persen ke level US$72,85 per barel.
Pelemahan ini memperpanjang penurunan hampir 1 persen pada perdagangan sehari sebelumnya sekaligus membawa harga minyak mendekati level terendah sejak awal Maret 2026.
Arah pasar berubah drastis setelah muncul sinyal mencairnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Washington dilaporkan memberikan pengecualian sanksi selama 60 hari, membuka peluang bagi Teheran untuk kembali menjual minyak ke pasar internasional.
Jika pasokan minyak Iran benar-benar kembali mengalir, pasar memperkirakan keseimbangan suplai global akan meningkat sehingga tekanan terhadap harga minyak semakin besar.
Di saat bersamaan, meredanya konflik di Lebanon turut memperkuat optimisme bahwa risiko gangguan pasokan energi dari Timur Tengah mulai berkurang.
Ekonom Senior Mitsubishi UFJ Research and Consulting, Tomomichi Akuta, menilai pasar kini lebih fokus pada prospek normalisasi pasokan dibandingkan ancaman konflik.
“Harga minyak mentah tertekan oleh harapan meredanya ketegangan AS-Iran dan pemulihan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Jika negosiasi nuklir terus mengalami kemajuan, harga bisa kembali ke level sebelum perang,” ujarnya.
Harapan tersebut semakin menguat setelah Oman dan Iran sepakat melanjutkan pembahasan mengenai pengelolaan navigasi di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan bahwa setiap upaya Iran mengenakan biaya transit kapal di Selat Hormuz bertentangan dengan hukum internasional.
Meski demikian, pasar belum sepenuhnya tenang. Ketidakpastian masih membayangi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Iran bersedia menerima inspeksi nuklir tanpa batas waktu. Pernyataan tersebut langsung dibantah Teheran yang menegaskan tidak ada kesepakatan semacam itu.
Sementara itu, aktivitas pelayaran mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Sumber militer Iran menyebut sejumlah kapal tanker kembali diizinkan melintas setiap hari melalui koordinasi dengan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran. Data pelacakan kapal juga memperlihatkan beberapa kapal tanker super yang sebelumnya tertahan telah berhasil melewati Selat Hormuz.
Badan pelayaran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun mengonfirmasi proses normalisasi pelayaran terus berlangsung guna memungkinkan ratusan kapal beserta sekitar 11.000 awak yang sempat tertahan di kawasan Teluk kembali beroperasi.
Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga mencermati data persediaan minyak Amerika Serikat. Data American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah AS turun sekitar 765 ribu barel pada pekan yang berakhir 19 Juni. Sementara survei Reuters memperkirakan penurunan stok yang lebih besar, yakni sekitar 4,5 juta barel.
Kini perhatian investor tertuju pada dua faktor utama: apakah negosiasi AS-Iran benar-benar menghasilkan kesepakatan permanen dan seberapa cepat ekspor minyak Timur Tengah kembali normal. Jika kedua faktor itu berjalan sesuai harapan pasar, tekanan terhadap harga minyak diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. (Firman/Mun)
-
POLITIK23/06/2026 16:15 WIBRoy Suryo dan Dokter Tifa Dapat Penagguhan, Analis Sebut Jokowi Tertekan
-
POLITIK23/06/2026 17:01 WIBDjarot: Jokowi Itu Siapkan Gibran Jadi Presiden Ketimbang Dukung Dua Periode Prabowo
-
NASIONAL23/06/2026 17:16 WIBIstana akan Telusuri Dugaan Mahasiswa UBK Terima Uang Usai Demo dan Audiensi dengan Wapres
-
NASIONAL23/06/2026 17:30 WIBUU Polri Baru Resmi Berlaku, Polri Siapkan Aturan Turunan
-
RAGAM23/06/2026 14:30 WIBBakar Sampah Bisa Didenda Rp5 Miliar
-
EKBIS23/06/2026 16:30 WIBBea Cukai Sita 6.747 Bal Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp53,98 Miliar, Menkeu: Saya Tindak Tegas
-
NASIONAL23/06/2026 14:00 WIBMuktamar NU Digelar Agustus 2026
-
NUSANTARA23/06/2026 17:44 WIBPolda Jabar Utamakan Pemulihan Trauma YTR Sebelum Pemeriksaan

















