DUNIA
Trump: Iran Tak Akan Punya Negara Lagi
AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak. Presiden AS Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Teheran setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi distribusi minyak dunia.
Dalam wawancara dengan Fox News, Minggu (21/6/2026), Trump secara terbuka memperingatkan Iran agar tidak menghalangi lalu lintas di Selat Hormuz. Ia menyebut langkah tersebut akan memicu konsekuensi yang sangat berat bagi Teheran.
“Jika kalian menutupnya, kalian tidak akan punya negara. Kalian bahkan tidak akan bisa kembali ke negara kalian,” ujar Trump.
Pernyataan itu muncul sehari setelah militer Iran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz sebagai respons atas berlanjutnya serangan Israel di Lebanon. Menurut Teheran, serangan tersebut bertentangan dengan komitmen penghentian konflik yang sebelumnya telah disepakati.
Padahal, hanya beberapa hari sebelumnya Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang menjadi dasar menuju perjanjian damai. Dalam dokumen tersebut, kedua negara berkomitmen menghentikan aksi militer di seluruh front konflik dan membuka kembali Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan internasional.
Namun situasi kembali berubah setelah Iran mengambil langkah menutup selat strategis tersebut. Keputusan itu langsung memicu reaksi keras dari Washington.
Tak hanya mengancam akan bertindak tegas, Trump juga mengusulkan penerapan pungutan bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz apabila Iran tidak segera menyelesaikan kesepakatan damai dalam masa negosiasi 60 hari.
Bahkan, Trump menyatakan Amerika Serikat dapat mengambil alih kendali Selat Hormuz jika dianggap perlu demi menjaga kepentingan internasional.
“Kami mungkin akan menguasai selat tersebut jika diperlukan,” kata Trump.
Trump juga menanggapi pernyataan Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengenai hak Iran memperkaya uranium. Ia meminta Teheran berhati-hati dalam bersikap dan memperingatkan agar tidak memperkeruh situasi yang sedang dinegosiasikan.
Rangkaian pernyataan tersebut menambah ketidakpastian di Timur Tengah dan meningkatkan kekhawatiran pasar global terhadap keamanan jalur energi internasional. Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi lintasan utama ekspor minyak dari kawasan Teluk menuju pasar global. (Mun)
-
RIAU21/06/2026 16:00 WIBDPO Kasus Curat Dibekuk Polisi di Dumai
-
NASIONAL21/06/2026 17:00 WIBPelaku Penyiksaan Perempuan di Bandung Masih Buron, Komisi III DPR Minta Polisi Bertindak Cepat
-
NASIONAL21/06/2026 14:00 WIBBung Karno Ingin Dimakamkan di Priangan, Mengapa Berakhir di Blitar?
-
NUSANTARA21/06/2026 15:30 WIBTruk Hilang Kendali Seruduk Tiga Motor di Pati
-
RAGAM21/06/2026 20:30 WIB8 Tempat Wisata Terbengkalai di Indonesia, Dulu Ramai Kini Tinggal Kenangan
-
DUNIA21/06/2026 15:00 WIBTrump Sesumbar Iran Tak Punya Kekuatan Militer Lagi
-
JABODETABEK21/06/2026 13:30 WIBWanita 19 Tahun Ditemukan Meninggal di Area Perkebunan Bogor
-
POLITIK21/06/2026 21:30 WIBNur Alam Masuk PSI, KPK Dorong Partai Politik Terapkan Due Diligence

















