Connect with us

JABODETABEK

Pasang Umbul-Umbul Berujung Tawuran Brutal

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Tawuran antarremaja yang terjadi di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (2/8/2026), diduga bermula dari insiden geber motor ketika warga tengah memasang umbul-umbul peringatan Hari Kemerdekaan RI. Polisi mengungkap, peristiwa tersebut kemudian berkembang menjadi konflik yang semakin memanas akibat saling tantang melalui media sosial.

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq menjelaskan bentrokan melibatkan kelompok remaja dari Gang Nurul Huda dan Gang Swadaya. Saat kejadian, warga dan remaja di Gang Swadaya sedang memasang umbul-umbul menjelang perayaan 17 Agustus.

Menurut Bambang, situasi mulai memanas ketika sebuah sepeda motor melintas dan menggeber mesin di sekitar lokasi. Identitas pengendara maupun motif tindakannya masih belum diketahui.

BACA JUGA  Bubarkan ABG Nongkrong, Polisi Disiram Air Keras di Jakut

“Awalnya warga Swadaya itu informasinya mau memasang umbul-umbul untuk kemerdekaan. Ada motor yang nggak tahu motor siapa, nggak jelas juntrungannya, motor itu digeber-geber. Nah, di situ emosilah, yang jadi pemantik,” ujar Bambang, Rabu (5/8/2026).

Polisi menyebut insiden tersebut tidak berhenti sebagai cekcok di lokasi. Ketegangan berlanjut di media sosial, di mana kedua kelompok diduga saling menyindir, memancing emosi, hingga mengirim tantangan melalui unggahan dan pesan langsung (direct message).

“Trigger-nya dari media sosial. Ada yang saling posting, saling nantang, bahkan lewat DM juga,” jelas Bambang.

Setelah bentrokan terjadi, aparat kepolisian melakukan penyisiran di sejumlah titik dan mengamankan beberapa remaja yang diduga terlibat. Untuk mencegah bentrokan susulan, Polsek Ciputat Timur juga mendirikan tiga pos pengamanan di sekitar lokasi selama beberapa hari.

BACA JUGA  Operasi Sikat Jaya 2025: Dua Pelaku Curanmor Ditangkap di Batuceper

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Di sisi lain, Bambang juga meluruskan beredarnya video viral yang menarasikan adanya aksi teror oleh sekelompok orang bertopeng di wilayah tersebut.

Menurutnya, narasi itu tidak sesuai dengan hasil penyelidikan. Orang-orang yang terlihat dalam video merupakan remaja yang mengenakan helm dan masker, bukan pelaku aksi teror.

“Bukan teror. Itu anak-anak memakai helm dan masker, bukan orang bertopeng seperti yang dinarasikan. Kami ingin masyarakat tidak termakan informasi yang menimbulkan ketakutan,” tegasnya.

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, termasuk penggunaan media sosial, agar konflik kecil tidak berkembang menjadi aksi kekerasan yang meresahkan lingkungan. Hingga kini, penyelidikan terkait pihak-pihak yang terlibat dalam tawuran tersebut masih terus berlangsung. (Kusuma/Mun)

BACA JUGA  Hendak Tawuran, Polisi Amankan 16 Pelajar SMP di Bogor

TRENDING