Connect with us

DUNIA

Starmer Mundur Sehari Jelang 10 Tahun Brexit

Aktualitas.id -

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mundur, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Gelombang tekanan dari internal Partai Buruh akhirnya memaksa Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengakhiri kepemimpinannya. Setelah berbulan-bulan diterpa kritik, penurunan popularitas, dan desakan mundur dari kader sendiri, Starmer resmi mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh pada Senin (22/6/2026), keputusan yang otomatis mengakhiri masa jabatannya sebagai Perdana Menteri Inggris.

Dalam sistem politik Inggris, jabatan perdana menteri dipegang oleh pemimpin partai yang menguasai mayoritas di parlemen. Ketika Starmer melepas kursi ketua Partai Buruh, posisinya sebagai kepala pemerintahan pun ikut berakhir.

Dalam pidato di Downing Street, Starmer mengakui bahwa partainya tidak lagi melihat dirinya sebagai sosok yang tepat untuk memimpin menuju pemilu berikutnya.

“Saya telah mendengar jawaban dari fraksi parlemen partai saya, dan saya menerimanya dengan lapang dada,” ujar Starmer.

Pernyataan itu menjadi pengakuan terbuka bahwa dukungan politik terhadap dirinya telah melemah secara signifikan.

Selama beberapa bulan terakhir, posisi Starmer terus diguncang. Hasil pemilu lokal yang mengecewakan, merosotnya tingkat kepuasan publik, hingga meningkatnya tekanan dari anggota parlemen Partai Buruh membuat kepemimpinannya semakin sulit dipertahankan. Kontroversi atas sejumlah keputusan politik, termasuk pengangkatan Peter Mandelson yang menuai sorotan, turut memperburuk situasi.

Di saat yang sama, nama Andy Burnham justru menguat sebagai figur alternatif. Kemenangan Burnham dalam pemilu sela Makerfield memperkuat posisinya sebagai kandidat utama penerus Starmer dan memicu semakin besarnya dorongan di internal partai untuk melakukan pergantian kepemimpinan.

Ironisnya, Starmer mundur kurang dari dua tahun setelah mengantarkan Partai Buruh meraih kemenangan telak pada pemilu 2024. Namun kemenangan besar itu gagal diterjemahkan menjadi stabilitas politik. Popularitas pemerintah merosot tajam, sementara kritik dari publik maupun kader partai terus menguat.

Meski mengundurkan diri, Starmer akan tetap menjabat sebagai perdana menteri sementara hingga Partai Buruh memilih pemimpin baru. Proses pergantian kepemimpinan diperkirakan dimulai pada Juli, sementara Andy Burnham kini menjadi nama yang paling banyak disebut sebagai calon kuat pengganti Starmer. (Mun)

TRENDING