Connect with us

DUNIA

India Timur Laut Dilanda Banjir Maut

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Bencana banjir dahsyat mengguncang wilayah Assam, India timur laut. Korban jiwa terus bertambah dalam bencana yang disebut sebagai salah satu banjir terburuk yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Sedikitnya 97 orang tewas, sementara hampir 170.000 orang terdampak akibat banjir yang membuat sungai-sungai meluap dan merendam permukiman hingga lahan pertanian.

Dilansir AFP, Sabtu (8/8/2026), ribuan warga terpaksa mengungsi setelah air bah menerjang rumah dan kawasan pertanian. Lebih dari 14.000 hektare lahan pertanian dilaporkan ikut terendam.

Kondisi di sejumlah wilayah Assam bahkan berubah menjadi pemandangan kehancuran.

Rumah-rumah terlihat setengah terendam. Pohon-pohon tumbang. Kendaraan tertutup lumpur. Di sejumlah desa, derasnya banjir membuat aktivitas warga lumpuh.

Distrik Sivasagar menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak. Lumpur dan air menguasai kawasan permukiman setelah hujan deras dan luapan sungai menghantam wilayah tersebut.

BACA JUGA  Akibat Hujan Deras di Surabaya, Rumah Sakit Kebanjiran

Di tengah bencana, sebuah kisah memilukan turut mengguncang Assam.

Ketua Menteri Assam Himanta Biswa Sarma mengunggah video saat dirinya menemui dan menghibur orang tua seorang anak laki-laki berusia 13 tahun yang meninggal ketika berusaha menyelamatkan anjing peliharaannya dari banjir.

“Tidak ada orang tua yang harus mengucapkan selamat tinggal kepada anak mereka,” tulis Sarma.

Tragedi tersebut menjadi gambaran betapa ganasnya kondisi banjir yang menerjang wilayah itu.

Bukan hanya permukiman yang terendam. Desa demi desa ikut berada di bawah kepungan air.

Menteri Kesehatan India J.P. Nadda, yang mengunjungi wilayah terdampak pada Kamis, menyebut skala kehancuran sangat besar.

“Desa demi desa telah terendam,” ujarnya kepada wartawan.

BACA JUGA  Kena Dampak Banjir, KRL Tetap Beroperasi

Menurutnya, pemulihan tidak akan berlangsung singkat karena besarnya kerusakan yang ditimbulkan bencana tersebut.

Banjir sebenarnya bukan fenomena baru bagi Assam. Setiap musim hujan antara Juni hingga September, wilayah tersebut memang rentan diterjang banjir.

Salah satu pemicunya adalah meluapnya Sungai Brahmaputra, salah satu sungai terbesar di India, bersama sejumlah anak sungainya.

Namun kali ini, dampaknya kembali menjadi sorotan.

Para ahli menilai perubahan iklim dan pembangunan yang tidak terencana ikut memperbesar risiko bencana. Perubahan pola lingkungan membuat banjir dinilai semakin sering, kompleks, dan parah.

Warga serta sejumlah pejabat juga menyoroti dugaan aktivitas penambangan batu bara ilegal di Nagaland, wilayah yang berbatasan dengan Assam. Aktivitas tersebut disebut berpotensi memperburuk kondisi banjir dan membuat wilayah yang sebelumnya relatif tidak rentan ikut terdampak.

BACA JUGA  Akibat Banjir di Bekasi Empat Orang Tewas

Kelompok advokasi Climate Trends menilai memburuknya banjir Assam merupakan hasil interaksi sejumlah faktor, mulai dari pemanasan global, perubahan dinamika sungai hingga meningkatnya paparan manusia terhadap risiko bencana.

Kini, Assam menghadapi pekerjaan besar: menyelamatkan warga yang terdampak, menangani kerusakan, dan memulihkan wilayah yang porak-poranda.

Dengan 97 korban jiwa dan hampir 170 ribu orang terdampak, banjir ini kembali menjadi peringatan keras bahwa bencana hidrometeorologi dapat berubah menjadi tragedi besar ketika air sungai melampaui batas dan permukiman berada di jalur ancaman. (Mun)

TRENDING