Connect with us

POLITIK

Partai Buruh Diguncang Krisis Internal

Aktualitas.id -

IL=

AKTUALITAS.ID – Gelombang besar mengguncang tubuh Partai Buruh. Sekretaris Jenderal Partai Buruh, Ferri Nuzarli, resmi mengundurkan diri dari partai pada Jumat (26/6/2026), disertai klaim bahwa sekitar 1,3 juta anggota Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) ikut meninggalkan partai yang selama ini menjadi kendaraan politik kaum buruh tersebut.

Langkah mundur Ferri menjadi sorotan karena tidak hanya melibatkan dirinya sebagai petinggi partai, tetapi juga jaringan organisasi yang disebut sebagai salah satu kekuatan utama pendukung Partai Buruh di berbagai daerah.

Dalam konferensi pers, Ferri menyatakan keputusan tersebut diambil setelah melalui proses evaluasi panjang. Ia mengaku terdapat perbedaan pandangan yang semakin mendasar terkait sikap, strategi, dan arah perjuangan politik partai.

“Keputusan ini bukan hal yang mudah. Namun setelah berbagai pertimbangan dan evaluasi, kami melihat sudah ada perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar,” ujar Ferri.

BACA JUGA  Said Iqbal Tegaskan Program Partai Buruh Langsung Bersentuhan Persoalan Rakyat

Menurutnya, ORI yang memiliki anggota sekitar 1,3 juta orang di seluruh Indonesia memutuskan keluar secara kolektif mulai Jumat kemarin. Keputusan itu disebut sebagai hasil masukan dan evaluasi dari berbagai daerah.

Ferri menegaskan pengunduran diri dilakukan tanpa permusuhan. Meski berpisah jalan, ia mengaku tetap menjaga hubungan baik dengan Partai Buruh dan para kader yang masih bertahan.

Namun di balik pernyataan yang diplomatis tersebut, Ferri mengungkap bahwa persoalan internal sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Berbagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan disebut tidak mampu mengatasi konflik yang terus berkembang.

Ia bahkan mengibaratkan hubungan ORI dengan Partai Buruh seperti sebuah rumah tangga yang terus diterpa persoalan tanpa menemukan titik temu.

BACA JUGA  Partai Buruh Tolak Rencana Kenaikan PPN ke 12 Persen

“Masalah internal sebenarnya sudah lama kami coba selesaikan secara kekeluargaan, tetapi persoalannya terus bertambah hingga akhirnya kami memutuskan cukup sampai di sini,” katanya.

Tidak hanya mengundurkan diri secara pribadi, Ferri juga menginstruksikan seluruh kader ORI dan unsur Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang menjabat dalam struktur Partai Buruh untuk segera mengirimkan surat pengunduran diri.

Instruksi tersebut mencakup pengurus dari tingkat pusat hingga kecamatan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua.

Yang paling menyita perhatian adalah klaim Ferri mengenai dampak politik dari eksodus tersebut. Ia menyebut ORI bersama KSPSI merupakan salah satu kekuatan pendiri dan penopang terbesar Partai Buruh.

Saat ditanya seberapa besar pengaruh pengunduran diri ini terhadap partai, Ferri menjawab singkat namun tajam.

BACA JUGA  Memperkuat Kekuasaannya, Kim Jong-Un Terpilih Sebagai Sekjen Partai Buruh Korea Utara

“Kalau ditanya berapa persen pengaruhnya, ya otomatis separuhnya.”

Pernyataan itu berpotensi memicu perdebatan mengenai seberapa besar sesungguhnya kekuatan organisasi yang hengkang dan bagaimana dampaknya terhadap konsolidasi internal Partai Buruh ke depan.

Ferri juga mengungkap bahwa Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, disebut telah mengetahui rencana pengunduran dirinya sejak Kamis malam (25/6/2026), sehari sebelum pengumuman resmi disampaikan kepada publik.

Kini perhatian tertuju pada langkah Partai Buruh setelah kehilangan salah satu petinggi utamanya serta menghadapi klaim hengkangnya jutaan anggota organisasi sayap yang selama ini menjadi bagian dari mesin politik partai. Apakah ini sekadar dinamika internal biasa, atau justru menjadi titik balik yang mengubah peta kekuatan Partai Buruh ke depan, masih akan menjadi perhatian publik dan kalangan politik nasional. (Firman/Mun)

TRENDING