DUNIA
Trump Sebut Dunia Tak Bisa Bertahan Lama Tanpa Deal Iran
AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan yang menjadi sorotan internasional setelah menyebut dunia dapat menghadapi krisis pasokan energi apabila tidak tercapai kesepakatan dengan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Berbicara di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7, Trump mengatakan cadangan minyak global berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan dan memperingatkan bahwa gangguan berkepanjangan terhadap jalur distribusi energi dapat memicu kekacauan ekonomi.
“Kita akan kehabisan cadangan dalam waktu sekitar empat minggu,” kata Trump kepada wartawan sebagaimana dikutip The Hill, Kamis (18/6/2026). Ia menambahkan bahwa apabila jalur pelayaran tetap terganggu, pasokan minyak dunia akan semakin sulit diperoleh.
Trump juga mengakui bahwa konflik bersenjata yang terus berlangsung berpotensi membuat kapal-kapal tanker tidak dapat melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia.
“Jika kita terus membom, kapal-kapal itu tidak akan bisa berlayar,” ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah kabar bahwa Amerika Serikat dan Iran telah menyelesaikan sebuah nota kesepahaman yang disebut bertujuan mengakhiri konflik serta membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Menurut laporan yang beredar, dokumen tersebut juga mencakup penghentian operasi militer dan pembukaan kembali akses perdagangan melalui selat yang selama ini menjadi jalur sekitar seperlima distribusi minyak dunia.
Trump mengatakan dirinya telah menandatangani dokumen tersebut usai menghadiri agenda KTT G7 bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Sementara itu, pemerintah Iran juga menyatakan telah menyelesaikan penandatanganan dokumen kesepahaman tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan proses penandatanganan dilakukan secara elektronik oleh kedua kepala negara.
Apabila implementasi kesepakatan tersebut berjalan sesuai rencana, pembukaan kembali Selat Hormuz diperkirakan akan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas distribusi energi global. Namun, pelaksanaan dan rincian kesepakatan tersebut masih akan menjadi perhatian masyarakat internasional dalam beberapa waktu ke depan. (Mun)
-
NUSANTARA02/08/2026 22:00 WIBMahasiswi Undana Depresi Usai Sidang Batal 12 Kali
-
RAGAM02/08/2026 23:00 WIBCatat! Long Weekend Agustus 2026 Resmi Menanti
-
POLITIK03/08/2026 06:00 WIBJokowi: Target PSI Jauh Lebih Besar dari Kursi DPR
-
JABODETABEK03/08/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Senin 3 Agustus 2026 Resmi Dibuka
-
JABODETABEK03/08/2026 05:30 WIBBMKG: Sore hingga Malam Jakarta Diguyur Hujan Ringan
-
RAGAM03/08/2026 08:30 WIBBMKG Peringatkan Ancaman DBD Meningkat saat Curah Hujan Tinggi
-
JABODETABEK03/08/2026 08:15 WIBBlackout Massal Hantam Jaksel, Jakbar hingga Tangerang
-
POLITIK03/08/2026 07:00 WIBFahri Minta Peradilan Etika Jadi Benteng Antikorupsi

















