Connect with us

NUSANTARA

Mahasiswi Undana Depresi Usai Sidang Batal 12 Kali

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Dunia pendidikan tinggi kembali menjadi sorotan setelah video seorang mahasiswi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur, menangis histeris viral di media sosial. Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) berinisial JST itu diduga mengalami tekanan psikologis setelah sidang skripsinya kembali batal.

Dalam video yang beredar luas, JST terlihat tergeletak di lantai sambil menangis histeris. Sejumlah orang berusaha menenangkan, namun ia terus meronta dalam kondisi emosional. Peristiwa tersebut memicu perhatian publik dan memunculkan berbagai pertanyaan mengenai proses akademik yang dijalaninya.

Narasi yang beredar menyebutkan sidang skripsi JST kembali batal setelah dosen penguji meminta pergantian penguji menjelang jadwal sidang. Narasi yang sama juga mengklaim bahwa pembatalan sidang telah terjadi hingga 12 kali. Klaim tersebut masih menjadi bagian dari proses pendalaman oleh pihak kampus.

BACA JUGA  34 Ekor Paus Pilot yang Terdampar di Rote Ndao Berhasil Diselamatkan

Menanggapi viralnya kejadian itu, Dekan FKM Undana, Apris Adu, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan pimpinan fakultas langsung menggelar rapat koordinasi untuk memverifikasi fakta sekaligus memantau kondisi JST yang kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Wira Sakti Kupang.

Menurut Apris, JST merupakan mahasiswi semester 10 yang secara akademik telah menyelesaikan seluruh mata kuliah dan ujian proposal. Artinya, tahap yang tersisa hanya sidang hasil dan sidang skripsi.

Pihak fakultas juga mulai meminta keterangan dari dosen pembimbing maupun dosen penguji. Namun, keterangan dari dosen penguji belum dapat diperoleh karena yang bersangkutan sedang dalam masa berduka.

Undana menegaskan proses investigasi akan dilakukan secara objektif. Kampus memastikan tidak akan memberikan perlakuan berbeda kepada mahasiswa maupun dosen apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran terhadap aturan akademik.

BACA JUGA  Warga Kupang Dikejutkan Penemuan Jenazah Pria dengan Luka Menganga di Leher

Hal senada disampaikan Wakil Rektor IV Undana, Philiphi de Rozari. Ia menyebut proses investigasi masih berlangsung dan meminta masyarakat menunggu hasil resmi sebelum menarik kesimpulan.

Menurutnya, hasil investigasi akan diumumkan secara terbuka sebagai bentuk transparansi kepada publik. Ia juga menegaskan kasus ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar pelayanan akademik kepada mahasiswa semakin baik.

Philiphi menambahkan, apabila dalam investigasi ditemukan adanya pelanggaran disiplin atau penyalahgunaan kewenangan, kampus tidak menutup kemungkinan menjatuhkan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk sanksi berat apabila memang terbukti.

Kasus ini kini menjadi perhatian luas karena menyangkut tata kelola akademik sekaligus kesejahteraan psikologis mahasiswa. Hingga saat ini, penyebab pasti pembatalan sidang maupun kebenaran klaim mengenai pembatalan sebanyak 12 kali masih menunggu hasil investigasi resmi dari pihak Universitas Nusa Cendana. (Irawan/Mun)

BACA JUGA  Terlibat Kasus Pengeroyokan, Polisi Periksa 15 Anggota DPRD

TRENDING