Connect with us

NASIONAL

Mensos Gus Ipul: Siswa Sekolah Rakyat Kini Lebih Percaya Diri

Aktualitas.id -

Arsip Foto - Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (ist)

AKTUALITAS.ID – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengapresiasi perkembangan siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang, Nusa Tenggara Timur, setelah menjalani pendidikan selama lebih dari sembilan bulan. Perubahan kemampuan, karakter, dan rasa percaya diri siswa dinilai terlihat jelas dalam berbagai penampilan yang ditampilkan di hadapan tamu undangan.

Apresiasi tersebut disampaikan Gus Ipul usai menghadiri Acara Kolaborasi Program Prioritas Presiden untuk Membangun SDM Menuju Kemandirian Ekonomi dalam rangka Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 bertema “Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh” di Aula Eltari Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur, Kupang, Minggu (31/5/2026).

“Kita lihat tadi tampilan mereka menunjukkan kinerja para kepala sekolah dan guru dalam mendidik selama lebih dari sembilan bulan terakhir ini,” kata Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, perkembangan siswa tidak lepas dari dukungan fasilitas pendidikan yang diterima selama mengikuti program Sekolah Rakyat. Selain memperoleh pembelajaran terstruktur, para siswa mendapat makanan bergizi, akses teknologi pembelajaran, perpustakaan, hingga fasilitas laboratorium.

“Mereka lebih tampak percaya diri, optimistis menatap masa depan, mereka bisa mendapatkan dukungan yang diperlukan dalam proses belajar mengajar,” ujarnya.

Ia menjelaskan Sekolah Rakyat dirancang untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, termasuk mereka yang putus sekolah maupun belum pernah memperoleh pendidikan formal.

“Anak-anak dari keluarga paling tidak mampu, mereka yang selama ini putus sekolah, tidak sekolah, bahkan mungkin belum pernah sekolah, kini dapat dijangkau melalui program ini,” ujar Gus Ipul.

Apresiasi terhadap perkembangan siswa juga datang dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, yang mengaku terharu melihat perubahan siswa dari keluarga desil 1 dan desil 2.

“Saya sudah berkali-kali mengikuti acara Sekolah Rakyat, tetapi setiap kali mereka tampil saya selalu terharu karena kami mengetahui dari mana mereka berasal, lalu bisa tampil begitu hebat dan memiliki mimpi besar untuk masa depan,” kata Amalia.

Menurut Amalia, pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) membuat proses seleksi siswa menjadi lebih tepat sasaran sehingga program mampu menjangkau kelompok masyarakat paling membutuhkan.

Acara tersebut diawali atraksi baris berbaris siswa SRMP 19 Kupang yang dipimpin komandan pleton Randy Fay. Penampilan dilanjutkan dengan tari kontemporer Komodo Dragon, pidato berbahasa Arab dan Inggris, drama inspiratif The Invisible People, paduan suara, hingga pembacaan puisi. (Yan)

TRENDING