Connect with us

NASIONAL

Kemensos: MPLS Sekolah Rakyat Berlangsung Empat Gelombang, Fokus pada Karakter dan Literasi Digital

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Kementerian Sosial (Kemensos) akan melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Nasional bagi siswa baru Sekolah Rakyat secara bertahap dalam empat gelombang mulai 14 Juli hingga 31 Agustus 2026. Pelaksanaan bertahap dilakukan untuk menyesuaikan kesiapan sarana dan prasarana di masing-masing satuan pendidikan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, pelaksanaan MPLS dibagi dalam empat gelombang, yakni gelombang pertama pada 14 Juli 2026 di 19 gedung permanen Sekolah Rakyat yang diawali dengan pemeriksaan kesehatan dan tes bakat melalui DNA Talent. Gelombang kedua akan berlangsung pada 31 Juli di 63 gedung permanen, disusul gelombang ketiga pada 15 Agustus di delapan Sekolah Rakyat rintisan di wilayah Jakarta dan sekitarnya, serta gelombang terakhir pada 11–31 Agustus di 11 gedung permanen.

Secara keseluruhan terdapat 101 Sekolah Rakyat yang akan melaksanakan MPLS dengan kerangka orientasi ramah anak yang sama. Rangkaian kegiatan berlangsung selama 19 hari sebagai bagian dari program persiapan komprehensif sebelum siswa mengikuti pembelajaran secara penuh.

BACA JUGA  PMII Minta PDIP Diminta Tak Campuri Program PKH Kemensos

Saifullah menjelaskan, pelaksanaan bertahap dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung, seperti asrama, air bersih, listrik, dan sanitasi, telah siap digunakan sehingga siswa dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan nyaman.

“Kami mempersiapkan semuanya secara terukur dan serius, seperti kemarin kami rapat secara virtual bersama lintas sektor, penyelenggara Sekolah Rakyat, dan pemerintah daerah sampai larut malam,” ujarnya di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Setelah menyelesaikan MPLS, para siswa akan mengikuti program matrikulasi selama sekitar tiga bulan untuk menyamakan kompetensi dasar tanpa melalui tes akademik. Program ini dinilai penting karena peserta didik berasal dari keluarga prasejahtera yang dipilih berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada kelompok desil 1 dan 2.

Selama MPLS, siswa akan mengikuti 36 materi yang terbagi dalam tujuh kelompok tematik, meliputi pengenalan lingkungan sekolah dan adaptasi, pembentukan karakter dan dinamika kelompok, literasi, numerasi dan cara belajar, kesehatan, keselamatan serta perlindungan anak, literasi digital dan etika bermedia, kedisiplinan, kesamaptaan dan bela negara, serta pencegahan perilaku berisiko seperti perundungan, penyalahgunaan narkotika, dan judi. Seluruh materi disampaikan melalui metode aktif, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.

BACA JUGA  Gus Ipul Ungkap 3 Mandat Prabowo agar Bansos Tepat Sasaran

Kemensos juga memastikan sebanyak 28.478 siswa baru Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027 akan memperoleh pembekalan khusus mengenai pemanfaatan teknologi digital dan etika bermedia sosial selama MPLS. Pembekalan tersebut bertujuan membangun kesadaran literasi digital sejak dini agar siswa mampu memanfaatkan teknologi untuk proses pembelajaran melalui Learning Management System (LMS) serta dapat memilah informasi secara bijak.

“Anak-anak mulai SD pun sudah dibiasakan bagaimana memanfaatkan teknologi untuk proses pembelajaran, bukan untuk hal-hal yang tidak semestinya,” kata Saifullah.

Ia menegaskan penggunaan gawai akan dibatasi secara ketat di lingkungan Sekolah Rakyat. Siswa tidak diperkenankan menggunakan telepon genggam selama kegiatan belajar mengajar dan sebagai gantinya akan menggunakan laptop atau komputer dengan pendampingan guru. Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan membangun kebiasaan menggunakan teknologi secara produktif dan mencegah penyalahgunaan media digital.

BACA JUGA  Mensos tak Cemaskan Naiknya Iuran BPJS Kesehatan

Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat menampung 28.478 siswa yang terdiri atas lebih dari 6.000 siswa jenjang SD dalam 210 rombongan belajar, 11.186 siswa SMP dalam 373 rombongan belajar, dan 11.077 siswa SMA dalam 369 rombongan belajar.

Sebagai bagian dari pembentukan karakter, Kemensos juga menjadwalkan pendampingan selama lima hari oleh taruna TNI dan Polri. Pendampingan tersebut bertujuan membangun kedisiplinan, kemandirian, serta membiasakan siswa menjalani kehidupan di sekolah berasrama, mulai dari bangun tidur, mengatur perlengkapan pribadi, hingga mengikuti seluruh kegiatan belajar secara tertib.

TRENDING