Connect with us

NASIONAL

Bawaslu Beberkan Ancaman Baru Pemilu 2029

Aktualitas.id -

Anggota Bawaslu sekaligus Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat, Dr. Herwyn J.H. Malonda, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mulai memanaskan mesin persiapan menuju Pemilu 2029. Lembaga pengawas pemilu itu mengakui tantangan pengawasan ke depan tidak lagi sama seperti pemilu sebelumnya. Perkembangan teknologi digital, perubahan pola komunikasi politik hingga munculnya berbagai modus pelanggaran baru menjadi ancaman yang harus diantisipasi sejak dini.

Karena itu, Bawaslu kembali menggelar Program Bawaslu Membelajarkan (BM) Volume 2 yang difokuskan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengawas pemilu di seluruh Indonesia.

Anggota Bawaslu sekaligus Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat, Dr. Herwyn J.H. Malonda, menegaskan pengawas pemilu saat ini tidak cukup hanya memahami aturan dan prosedur teknis.

Menurutnya, pengawas juga dituntut mampu membaca dinamika sosial, menguasai teknologi informasi, mengelola data hingga menyusun strategi pengawasan yang adaptif terhadap berbagai bentuk pelanggaran yang terus berkembang.

BACA JUGA  Bawaslu Bongkar Modus Baru Politik Uang Digital

“Pemilu 2029 akan menghadirkan tantangan yang berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya. Karena itu, Bawaslu harus memastikan seluruh jajaran pengawas memiliki kapasitas yang memadai, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta memiliki ruang untuk saling belajar dari pengalaman,” kata Herwyn dalam siaran persnya, Senin (3/8/2026).

Herwyn juga mengungkapkan salah satu persoalan besar dalam organisasi adalah hilangnya pengalaman lapangan yang hanya tersimpan pada individu atau satuan kerja tertentu. Padahal berbagai inovasi, strategi pencegahan pelanggaran hingga penyelesaian persoalan di daerah bisa menjadi referensi penting bagi wilayah lain.

Untuk itu, Bawaslu mengembangkan Program Bawaslu Membelajarkan sebagai sistem manajemen pengetahuan (knowledge management) agar seluruh pengalaman empiris dari berbagai daerah dapat dihimpun, didokumentasikan, dan menjadi pembelajaran bersama.

BACA JUGA  Bawaslu Ungkap Peta Kerawanan Pilkada 2024, Papua dan Dua Daerah Jadi Sorotan

“Setiap pengalaman pengawasan memiliki nilai yang sangat penting. Ketika pengalaman itu terdokumentasi dan dibagikan kepada seluruh jajaran, organisasi akan tumbuh lebih cepat dibandingkan jika pembelajaran hanya berlangsung secara individual,” ujarnya.

Mengusung tema “Ekosistem Kolaborasi untuk Pengawasan Pemilu 2029”, BM Volume 2 dirancang untuk membangun budaya belajar bersama melalui pendekatan experiential learning dan best practices.

Program tersebut dilaksanakan dalam tiga tahapan, yakni Video Based Learning Stage, Knowledge Showcase (Comparative Learning Stage), dan Grand Final Nasional (National Excellence Stage).

Melalui tahapan tersebut, peserta akan menyusun materi pembelajaran, mempresentasikan praktik terbaik hasil pengawasan di daerah, hingga berkompetisi di tingkat nasional.

Tak hanya itu, peserta juga diwajibkan mempublikasikan hasil pembelajaran melalui media komunikasi resmi Bawaslu agar praktik-praktik terbaik dalam pengawasan pemilu dapat diketahui masyarakat luas sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas lembaga.

BACA JUGA  Pengawas Pemilu Perempuan Harus Tegakkan Pemilu Bersih

Bawaslu berharap Program BM Volume 2 mampu membangun ekosistem kolaborasi yang semakin kuat, memperkaya pengetahuan kelembagaan, serta menghasilkan berbagai inovasi pengawasan yang dapat diterapkan secara nasional menjelang Pemilu dan Pemilihan 2029.

Dengan penguatan kapasitas tersebut, Bawaslu menargetkan lahirnya organisasi pengawas pemilu yang semakin adaptif, profesional, dan responsif menghadapi dinamika demokrasi yang terus berubah. (Mun)

TRENDING